by

Tawati: Mewujudkan Media Sehat dan Mencerdaskan Perspektif Islam

 Tawati

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sutradara Garin Nugroho memutar film Kucumbu Tubuh Indahku di sejumlah bioskop Indonesia, 18 April 2019,  Namun Wali Kota Depok, Mohammad Idris melalui surat bernomor 460/185-Huk/DPAPMK tertanggal 24 April 2019 menyampaikan keberatan atas penayangan film itu dan melarang penayangan film tersebut di wilayahnya. 
Alasannya, film tersebut dapat meresahkan masyarakat karena bisa mempengaruhi cara pandang atau perilaku masyarakat terhadap kelompok LGBT dan dianggap bertentangan dengan nilai agama. “Film tersebut diduga memiliki konten negatif yang dapat mempengaruhi generasi muda,” kata Idris dilansir Antara. (tirto.id, 27/4/2019) 
Di era globalisasi media massa yang berkembang hanya mementingkan uang dan hedonisme (kenikmatan ragawi). Praktisi senior media Ashadi Siregar menyebut bahwa media saat ini memiliki orientasi 3K yakni Konflik, Kantong (uang), dan Kelamin (seks). Tak heran seluruh produk media didominasi materi kekerasan, pornografi, seks bebas dan hiburan yang melenakan demi meraup sebanyak-banyaknya uang. 
Nilai-nilai dan gaya hidup yang berbahaya bagi keluarga dan generasi inilah yang diekspor Barat ke negeri-negeri Muslim melalui dominasi media mereka yang terus dikampanyekan dengan jargon globalisasi. Maka sadarilah media massa telah mewujud menjadi alat perang efektif bagi negara-negara Barat yang berideologi kapitalisme untuk melemahkan kualitas bangsa yang menjadi sasaran tembaknya, menghancurkan identitasnya dan mengokohkan penjajahan politik, ekonomi dan budaya. 
Media massa sesuai perspektif Islam sangat diperlukan sebagai sarana menjelaskan semua tuntutan hidup yang bersumber dari syariat berupa nilai-nilai dan panduan bersikap dalam semua aspek kehidupan serta dorongan berperilaku sesuai panduan tersebut. 
Islam mengamanatkan media massa menggambarkan ke tengah masyarakat kesesatan, kesalahan dan larangan mengambil ideologi dan pemikiran di luar Islam. Juga mengungkap cara-cara busuk yang digunakan untuk menjerumuskan manusia pada kehinaan dan kehilangan fitrah kemanusiaan. Tidak ada kebebasan pers dalam Islam. Karena kebebasan liar hanya mendatangkan keburukan dan menyebarluaskan kerusakan. 
Semua orang bisa mengungkapkan pendapat, pemikiran, informasi dan berekspresi melalui media selama tidak bertentangan dengan syariat Islam dan tidak membawa pengaruh buruk ke tengah masyarakat. Ini tidak berarti tidak boleh ada perbedaan pendapat atau terlarang mengkritik kebijakan pemerintah. Semua bisa dilakukan dengan koridor kebolehan syariat dari Allah Yang Mahatahu karakter manusia. 
Bisa dikatakan media massa dalam sistem Islam akan mewujudkan masyarakat yang cerdas karena memiliki tuntunan yang jelas dalam semua urusan hidupnya dan mampu memilah mana yang benar dan mana yang salah. Juga menghasilkan masyarakat yang peduli karena sikap kritis terhadap lingkungan melalui budaya amar makruf nahi munkar. 
Negara dalam sistem Islam berkhidmat melaksanakan seluruh hukum syara’ dan menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap hadirnya media yang mencerdaskan publik. Negara dalam sistem Islam misalnya menghadirkan potret perempuan melalui media sebagai kehormatan keluarga dan bangsa. Tidak ada perempuan dieksploitasi sebagai model atau pengiklan produk. Tidak dibiarkan perempuan merendahkan kehormatan dirinya dengan membuka aurat. Dan gambaran perempuan sukses adalah sebagai insan yang banyak memberi manfaat sesuai tuntunan syariat, sebagai istri partner suami dan sebagai ibu dan pendidik generasi. 
Misi edukasi dalam produk media Islam juga terus diarahkan agar kaum ibu mampu menjalankan fungsinya dengan pengetahuan dan kemampuan yang lebih baik. Tak luput dari media Islam adalah penggambaran sosok-sosok perempuan yang aktif berpolitik Islam mengubah kemunkaran dengan tuntunan syariat. Berbeda sama sekali dengan potret yang dipaparkan oleh media sekular yang menipu perempuan dengan gambaran menyesatkan pemberdayaan ala kapitalisme. Wallahu a’lam[]. 
Penulis adalah Anggota Muslimah Revowriter Majalengka

Comment

Rekomendasi Berita