TRC PA Santuni Lansia Terlantar 70 Tahun Di Gunungsitoli Utara

Berita1854 Views
Gubuk yang ditinggali Adilia Harefa.[Khristel/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) yang dikenal dengan pergerakannya akan masalah sosial, secara khusus terhadap anak , mengunjungi sekaligus menyantuni seorang nenek lansia terlantar yang bernama Adilia Harefa (70 tahun) warga Desa Bawadesolo yang sekarang berdomisili di Desa Afia Kecamatan Gunungsitoli Utara Kota Gungsitoli, Selasa (25/07)
Adilia Harefa, yang ditinggal mati suaminya dan tidak memilik anak, kini hanya pasrah akan nasibnya yang malang dan hidup sebatang kara serta tidak memiliki siapa-siapa, dimana secara akal sehat, oleh siapapun tak ada yang ingin hidup dalam derita apalagi di usia senja, ditambah penyakit lumpuh yang diderita sekaligus melengkapi jalan hidupnya penuh sengsara.
Di tempat tinggalnya di Desa Afia Gungsitoli Utara, di sebuah gubuk pemberian warga yang berukuran 1,5m X 2m, berlantai tanah beratap rumbia dan berdinding tepas di sinilah ia tinggal menghabiskan keseharian dalam menanti belas kasih dari warga setidaknya bagaimana bisah makan dan kalau boleh dikatakan, sekaligus menunggu kapan ajal akan datang.
Menurut Adilia Harefa kepada TRC PA yang datang melihat sekaligus menyampaikan bantuan seadanya, bahwa setelah kepergian suami tercinta yang meninggal duinia pada tahun 2007 silam, dan pada saat yang hampir bersamaan, penyakit lumpuh pun tiba seakan menambah lengkap jalannya hidup penuh duka dan derita.
Melihat kondisi dari seorang Adilia Harefa, menggerakkan hati bersama nurani oleh sejumlah personil Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA), dipimpin Tri Topan Gowasa bersama Sonifati Mendrofa dan tim, ingin mengetahui secara pasti akan derita yang dialami sorang nenek lanjut usia yang sedang sakit dan tidak mengerti pada siapa harus berbagi akan derita yang didera.
Kepala Desa Afia Yusril Gea, ditemui Korda TRC PA Kota Gunungsitoli, Selasa (25/07) membenarkan bahwa kondisi Adilia Harefa, memprihatinkan kita semua, bahkan menurut Kades, kalau nenek tersebut sekitar bulan april lalu, ditemukan di wilayah desa yang di pimpinnya sedang berada di pinggir jalan pada malam hari sedang menangis, lalu oleh masyarakat yang prihatin membawanya ke salah satu rumah warga.
Atas belas kasih warga tersebut, Adilia Harefa dari bulan april 2017 hingga sekarang, telah di buatkan pemondokan sementara dengan harapan, kelak bila ada yang merasa iba akan deritanya, ia bersedia dibawa ke panti jompo asalkan terbebas dari derita karena tidak memiliki sanak saudara. (Kristel)

Comment