by

Tumbuh Di Pekarangan Rumah, Masyarakat Bebondong Lihat Bunga Bangkai

RADARINDONESIANEWS.COM, BANGKA TENGAH – Bunga Bangkai yang langka tumbuh di pekarangan rumah Erna (48) warga RT 4 RW 2 nomor 074 Kelurahan Dul Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah, menjadi perhatian warga. Dalam dua hari belakangan ini sudah ratusan warga datang silih berganti untuk menyaksikan secara langsung bunga langka itu dari dekat.

Seperti diungkapkan Ryan warga Koba, dia sengaja datang untuk melihat secara langsung apa dan bagaimana rupa bunga Bangkai tersebut.

“Semalam, pas buka beranda Facebook saya melihat kabar adanya bunga bangkai tumbuh di Kelurahan Dul. Jadi pagi ini, karena penasaran saya langsung mencari ke lokasi dan bertanya ke warga hingga akhirnya saya bisa melihat langsung dari dekat bunga langka ini,” ujar Faisal kepada awak media, Senin (09/07) pagi.

Diakuinya, jika dirinya baru pertama kali melihat secara langsung jenis flora langka. “Ya takjub juga bisa melihat langsung, walau agak bau menyengat sih,” ungkapnya.

Sementara Erna (48) mengakui, jika dirinya tidak mengetahui ihwal bagaimana bunga bangkai itu tiba-tiba tumbuh di pekarangan rumahnya.

“Sebelumnya ada petir yang sangat besar, baru kemudian, Minggu (08/07) sore tiba-tiba sudah ada bunga bangkai itu masih dalam keadaan kuncup,” ujarnya.

Lanjutnya,  pada malam hari bunga mulai mekar dan warga pun mulai berdatangan silih berganti untuk melihat secara langsung bunga langka ini.

“Awalnya, kami kira ada bangkai ayam. Ternyata ada bunga bangkai yang tumbuh tak jauh dari kandang ayam kami. Kami di kampung Dul ini baru kali ini menyaksikan bunga bangkai tumbuh di kampung ini. Ratusan warga berbondong bondong datang ke sini, karena penasaran sembari berselfie-selfie ria,” katanya.

Dikatakannya, hingga hari ini belum ada dinas terkait yang datang untuk mendokumentasikan atau meneliti bunga ini. 

“Kata orang sih, mekarnya bunga ini tidak berlangsung lama karena segera mati. Tapi sampai saat ini, belum ada pihak Dinas terkait yang datang kemari,” tandas Erna.[sigap]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 2 =

Rekomendasi Berita