RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA — Ulama nasional Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) menyuarakan keprihatinan atas penutupan kompleks Masjid Al Aqsa oleh otoritas Israel yang telah berlangsung selama 28 hari.
Penutupan itu dinilai tidak hanya membatasi akses umat Islam ke situs suci, tetapi juga mengganggu pelaksanaan ibadah. Salah satunya, pelarangan shalat Idulfitri yang baru-baru ini terjadi di kawasan tersebut.
UBN mengatakan, kondisi itu melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia. Ia menegaskan, Masjid Al Aqsa merupakan salah satu dari tiga masjid suci dalam Islam yang memiliki kedudukan penting.
“Ini bukan sekadar penutupan fisik, tetapi juga pengekangan hak dasar umat Islam untuk beribadah, termasuk pada momentum besar seperti Idulfitri,” ujar UBN dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Ia juga menyoroti lemahnya solidaritas umat Islam global dalam merespons situasi tersebut. Menurut dia, fakta bahwa lebih dari dua miliar umat Islam belum mampu menjaga satu masjid menjadi refleksi serius bagi dunia Islam.
“Fakta dua miliar umat Islam tidak mampu menjaga satu masjid, yakni Masjid Al Aqsa, adalah tamparan bagi kita semua,” katanya.
UBN mengajak masyarakat Indonesia untuk berkontribusi secara damai dan konstruktif dalam mendorong pembukaan kembali Masjid Al Aqsa.
Salah satu langkah yang diserukan adalah meramaikan media sosial melalui tagar #EnteringAlAqsa sebagai bentuk solidaritas global.
Menurut dia, penggunaan tagar tersebut terinspirasi dari firman Allah dalam Surah Al-Maidah ayat 21 yang memerintahkan umat untuk memasuki tanah suci.
“Tagar ini bukan sekadar simbol, tetapi panggilan iman,” ujarnya.
Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu menilai, semangat dalam ayat tersebut dapat menjadi penggerak bagi umat Islam untuk terus memperjuangkan akses dan kebebasan beribadah di Masjid Al Aqsa.
Ia berharap, solidaritas umat Islam dunia, termasuk dari Indonesia, dapat menjadi dorongan moral agar Masjid Al Aqsa kembali terbuka dan umat Islam dapat menjalankan ibadah tanpa hambatan.[]














Comment