RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Universitas Islam As-syafi’iyah (UIA) memperkuat agenda internasionalisasi perguruan tinggi berbasis keislaman sekaligus berkontribusi pada penguatan soft diplomacy Indonesia di kawasan Timur Tengah. Upaya tersebut dilakukan melalui penjajakan kerja sama tridarma perguruan tinggi dengan sejumlah lembaga pendidikan dan riset unggulan di Persatuan Emirat Arab (PEA).
Rektor UIA Prof. Dr. Masduki Ahmad, S.H., M.M., didampingi Direktur Lembaga Kajian Islam dan Timur Tengah (LEMKITT) UIA Muladi Mugheni, Lc., LL.M., Ph.D., melakukan rangkaian kunjungan akademik ke Abu Dhabi, Dubai, dan Sharjah pada 2–3 Februari 2026.
Kunjungan tersebut difokuskan pada dialog dan penjajakan kemitraan dengan institusi pendidikan, riset, serta pengembangan keahlian berskala internasional.
Di Abu Dhabi, delegasi UIA mengunjungi Muhammad Bin Zayed University for Humanities (MBZUH), perguruan tinggi yang dikenal unggul dalam pengembangan studi humaniora Islam, moderasi beragama, dialog peradaban, dan riset Islam kontemporer.
Rektor UIA menyebutkan, kerja sama yang dijajaki diarahkan pada penguatan riset kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan short course dan kurikulum Islam moderat.
“Kerja sama ini sejalan dengan kebutuhan global akan narasi Islam yang damai, inklusif, dan berbasis keilmuan,” ujar Prof. Masduki.
UIA juga berdialog dengan Abu Dhabi Forum for Peace (ADFP), lembaga internasional yang aktif mempromosikan perdamaian dunia, resolusi konflik, dan etika kemanusiaan. Lembaga tersebut dipimpin Mufti Agung PEA, Syaikh Abdulla Bin Bayyah.
Menurut Prof. Masduki, kolaborasi dengan ADFP membuka ruang kontribusi kampus berbasis keislaman Indonesia dalam diplomasi nilai, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat internasional dan penguatan narasi Islam rahmatan lil ‘alamin di tingkat global.
Dalam bidang inovasi pendidikan, UIA menjajaki kerja sama dengan Alef Education, lembaga pengembangan pendidikan dan bahasa Arab berbasis teknologi. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi bahasa Arab, literasi digital, serta transformasi pembelajaran di lingkungan kampus keislaman agar lebih adaptif terhadap perubahan global.
Sementara itu, di Sharjah, delegasi UIA mengunjungi Universitas Al-Qasimia, perguruan tinggi Islam internasional yang memiliki keunggulan dalam integrasi ilmu-ilmu keislaman, bahasa Arab, serta ilmu sosial-humaniora. UIA memandang Universitas Al-Qasimia sebagai mitra strategis dalam penguatan konferensi bersama, pertukaran gagasan keislaman lintas kawasan, penelitian kolaboratif, serta pengembangan bahasa Arab bagi penutur non-Arab.
Prof. Masduki menegaskan, internasionalisasi perguruan tinggi berbasis keislaman tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi pendidikan dan kebudayaan Islam.
“Melalui kerja sama akademik internasional, kampus hadir sebagai duta nilai, membawa pesan Islam moderat, kebangsaan, dan perdamaian. Ini merupakan bentuk soft diplomacy yang relevan dan berkelanjutan,” katanya.
Kunjungan akademik UIA ini difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri RI, khususnya Direktur Timur Tengah Kemlu RI Ahrul Tsani Fathurrahman, serta mendapat dukungan dari Duta Besar RI untuk PEA Judha Nugraha dan Konsul Jenderal RI di Dubai Denny Lesmana.
Delegasi UIA juga melakukan courtesy call kepada Duta Besar PEA untuk Republik Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, di Jakarta.
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-syafi’iyah (YAPTA) Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M., M.BA., menyatakan bahwa langkah UIA ini merupakan kelanjutan dari visi pendiri UIA, KH. Abdullah Syafi’i, yang diteruskan oleh Prof. Dr. Hj. Tuti Alawiyah, MA. Menurutnya, sejak awal pendidikan Islam dipandang sebagai jembatan peradaban.
“Pendidikan tinggi Islam adalah instrumen diplomasi peradaban. Visi para pendiri UIA kami lanjutkan dengan mendorong kampus aktif dalam jejaring global tanpa kehilangan jati diri keislaman dan keindonesiaan,” ujar Prof. Dailami.
Sebagai tindak lanjut, hasil kunjungan tersebut akan ditangani oleh tim khusus UIA yang berkoordinasi dengan para mitra di PEA untuk merumuskan nota kesepahaman (MoU) dan program konkret di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Upaya ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi peningkatan mutu perguruan tinggi berbasis keislaman sekaligus memperkuat soft diplomacy Indonesia di dunia Islam.[]












Comment