by

Ustadzah Nursalmi, S.Ag: Liberalisasi Menghancurkan Generasi

Ustadzah Nursalmi, S.Ag
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Salah satu media online, viva menulis, polisi menyelidiki kasus belasan bocah di Garut yang diduga ketagihan seks menyimpang karena nonton video porno. Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, sudah ada orangtua anak yang menjadi korban melapor ke Polres Garut. Hingga saat ini, Polres Garut masih terus meminta keterangan sejumlah saksi.
Begitupun yang terjadi di Parepare, mantan kepala sekolah di Kabupaten Soppeng, Sulsel, MT ditangkap polisi. MT yang kini bekerja di Dinas Pendidikan Soppeng, diduga telah mencabuli 14 anak.detik.com
Beberapa bulan yang lalu kita mendapat berita dari berbagai media bahwa  Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Bekasi Jawa Barat  mendapatkan temuan terkait tindak asusila melalui grup aplikasi mengobrol, whatsapp (WA). 
Ironisnya, grup tersebut berisikan para siswa di satu sekolah menengah pertama di Cikarang Selatan.Selain tindak asusila, di grup yang berisikan 24 siswa dan siswi itu, para anggota saling berbagi video porno. Dari video tersebut, para anggota saling mengajak untuk berhubungan badan.
Sebenarnya apa yang terjadi di kalangan generasi muda di negara kita saat ini. Mulai dari sek bebas, elgibiti, narkoba, miras, tawuran, pornoaksi dan pornografi seolah sudah menjadi trend dan dianggap sesuatu yang modern di dalam kehidupan para remaja bangsa ini. 
Ini merupakan budaya yang diadopsi dari para remaja di negara negara barat yang cenderung mempunyai kehidupan yang bebas. Itulah fakta yang selama ini terjadi dan sudah terlihat jelas dalam masyarakat kita. Sekolah bukan lagi dijadikan tempat belajar, melainkan hanya tempat berkumpul dengan teman teman, sekedar tempat menggali ilmu duniawi untuk mendapatkan pekerjaan nantinya. Bahkan banyak yang membolos pada saat jam sekolah, pergi untuk pesta narkoba dan tidak jarang mereka melakukan pesta seks besas. Begitu bobroknya akhlak remaja saat ini yang diharapkan sebagai generasi penerus dan pemimpin masa depan. 
Bagaimana mau diberikan tanggung jawab sebagai pemegang kekuasaan di masa mendatang jika akhlak mereka sekarang begitu bobrok. Padahal sudah jelas jika generasi hari ini baik maka sebuah negara akan maju karena mempunyai calon penguasa yang baik begitu juga sebaliknya. Bisa kita bayangkan, ketika saat ini remaja kita sedang mengalami kerusakan akhlak yang begitu hebat, lalu apa yang terjadi pada negara ini dimasa yang akan datang? 
Tidak hanya terbatas disitu saja sumber kerusakan di kalangan remaja. Jika kita jeli melihat bagaimana prilaku seorang guru sebagai pendidik generasi. Seharusnya di tangan mereka terbentuk karakter yang baik bagi setiap anak didiknya. Namun sangat miris, yang kita lihat guru juga rela dengan sengaja menghancurkan masa depan muridnya, bagaikan pagar makan tanaman. Kepada siapa lagi orang tua bisa percaya, jika seorang gurupun  tega memperkosa murid muridnya, dengan berbagai ancaman jika muridnya melaporkan perbuatan kejinya. 
Hal ini semua bisa terjadi karena negara menganut paham sekularisme yang memisahkan agama dan kehidupan, agama hanya dibolehkan dalam ibadah spiritual saja dan dilarang ikut campur dalam pengaturan kehidupan manusia. Dengan paham ini remaja diajarkan untuk tidak mencampur adukan antara agama dan kehidupan sehingga segala sesuatu yang mereka lakukan dalam kehidupan tidak dilandaskan atas dasar halal haram, taat kepada Allah hanya dinilai ketika seseorang rajin melaksanakan shalat. Hal ini tentunya akan membuat kehidupan remaja menyimpang jauh dari ajaran agama yang telah dianjurkan oleh Allah SWT yang akan mengakibatkan kerusakan moral dan akhlak. 
Di samping itu juga akibat paham liberalisme yang mengajarkan bahwa manusia bebas mengatur hidupnya sendiri, kebebasan dalam individu, berpendapat, berperilaku, beragama dll. Remaja diajarkan untuk melakukan segala hal yang sesuai dengan keinginan mereka sendiri tanpa ada batasan-batasan yang jelas. Paham ini tidak lepas dari Kebebasan HAM yang menjadi Jargonnya.
Remaja sekarang sudah dipengaruhi oleh sikap hedonisme. Paham yang menghalalkan berbagai cara untuk bisa mendapatkan kenikmatan materi termasuk dengan seks bebas. Para remaja diajarkan untuk memburu kenikmatan terutama lewat makanan, cara berpakaian dan kesenangan (kehidupan malam dan seks bebas) Yang diadopsi dari budaya barat. 
Kita harus memahami bahwa kerusakan moral dan akhlak yang dialami generasi saat ini bukan semata mata kesalahan mereka sendiri, namun jika kita berfikir lebih jauh penyebab yang paling utama adalah negara yang menggunakan sistem yang rusak. Sistem demokrasi yang dianut negara ini semakin melanggengkan kekuasaan barat. Sistem demokrasi akan memudahkan kaum barat untuk memasukkan pemahaman yang rusak. Selain itu demokrasi hanyalah alat yang digunakan untuk menutupi ideology yang sesungguhnya dipaksakan masuk ke dalam negara, yaitu kapitalisme, liberalisme dan sekulerisme. Untuk itu solusi paling tepat untuk memecahkan persoalan umat saat ini, khususnya remaja  adalah dengan mengganti sistem demokrasi tersebut dengan sistem yang lebih baik, yaitu sistem Islam yang telah berhasil memimpin dua pertiga dunia selama 13 abad yang lalu. Dan telah mampu membawa kebaikan, kesejahteraa dan kebahagiaan bagi rakyatnya. 
Hanya syariat Islam lah yang mampu menyelamatkan remaja saat ini.
Syari’at Islam tidak akan berjalan tanpa ada negara yang menerapkannya. Untuk itu marilah kita berjuang, menyeru, berdakwah agar kaum muslim mau mahami Islam secara kaffah. Mengajak umat untuk bangkit berjuang mengembalikan kejayaan Islam. Mengajak pemerintah mau menegakkan syari’at Islam di negara ini, karena penerapan Islam secara kaffah tidak akan terwujud kecuali dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah.

Comment

Rekomendasi Berita