Walikota Lantik Pejabat Golongan IIa dan IVa

Berita2283 Views
Walikota Depok, Muhammad Idris saat melantik pejabat eselon II dan IVa.[Muriyanto/radarindonesianewsx.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, DEPOK – Walikota Depok melantik sejumlah pejabat eselon IIa dan IVa. 19 orang pejabat pemerintahan yang dilantik setingkat Lurah dan Kepala Seksi (Kasi). Satu pejabat diantaranya menempati level tertinggi ditingkat pemerintahan kota, di ruang Adelewis, Balaikota Depok, Selasa,(21/11).

Sebagai Sekertaris Daerah Kota Depok, Hardiono dilantik bersama 18 pejabat pemerintahan lain yang ada ditingkat Kecamatan, Kelurahan. Satu diantaranya ditingkat Dinas.

Walikota Depok, Muhammad Idris menjelaskan proses pelantikan Sekdakot Depok telah melalui mekanisme lelang jabatan sesuai dengan amanat Undang-undang RI No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, dan Peraturan Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 13 tahun 2014 tentang tata cara pengisian jabatan tinggi.

Ditetapkanya Sekdakot Depok secara definitif diharapkan penyelenggaraan pemerintahan, administrasi, organisasi dan tata laksana serta pemberian pelayanan administratif kepada seluruh perangkat daerah dapat berjalan lebih baik lagi.

“Sekda harus mampu melakukan koordinasi kuat secara internal kepada para OPD yang dimediasi lewat asisten. Sekda juga harus menjalankan tugas yang diamanatkan oleh Walikota. Karena itu segera beradaptasi ditempat tugas yang baru, dan harus cepat memahami tantangan tugas yang dihadapi,”, jelas Idris.

Sebagai Sekda, Hardiono kepada sejumlah insan Pers mengatakan akan berupaya untuk lebih maksimalkan hubungan kerja antara insan media dengan jajaran ASN di Pemkot.

“Akses untuk memperoleh informasi nanti akan saya coba bahas dengan Diskominfo”, jelasnya usai dilantik sebagai Sekda.

Namun demikian,  dirinya berharap peran media sebagai sosial kontrol bisa memberikan kritik, saran yang baik terhadap kinerja pemerintahan.

“Jadi, jika ada kekurangan dan perlu disampaikan silahkan saja, nanti kita akan perbaiki.”, jelas Hardiono, di ruang kerja lamanya di kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) . (Yan/Ko).

Comment