by

Wulan Citra Dewi, S.Pd: Luka Selandia Baru, Luka Kita

Wulan Citra Dewi, S.Pd
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Masyarakat dunia tercengang. Terutama kaum muslim, mereka dibalur nestapa. Tersebab ulah barbar teroris yang menarget dua masjid di Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019 kemarin. Para teroris ini dengan bengis memuntahkan peluru ke jamaah yang sedang beribadah di dalam masjid tersebut. Puluhan umat Islam meregang nyawa saat itu juga. Menambah perih, salah satu teroris tersebut menyiarkan kekejiannya secara live melalui akun Facebooknya. Seolah dia sangat berhasrat menantang umat Islam seluruh dunia, ”Hai, kalian! Saksikanlah, Aku bantai saudara kalian! Kalian bisa apa?!”. Durjana!
Hidangan yang Diperebutkan
Setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sejatinya memiliki hikmah yang besar bagi manusia yang berfikir dan beriman. Tiada satu kejadianpun, kecuali Allah Subhanahu wata’alla ingin melihat hamba-hambaNya. Siapa yang semakin kuat imannya. Siapa pula yang justru semakin kekar kekafirannya.
Sebagai seorang Muslim yang beriman kepada setiap yang dikabarkan oleh Allah Subhanahu wata’alla dan Rasul-Nya, maka akan mampu menghimpun hikmah dari peristiwa berdarah yang menimpa umat Islam dunia. Sebagaimana yang telah dilihat oleh mata dunia, pembantaian umat Islam di Palestina masih saja berlangsung. Suriah, juga masih menjejalkan lara. Di Rohingya, kaum muslim juga dimangsa. Paling anyar, pembantaian sadis menyasar saudara-saudara kita di Selandia Baru. Ada apa di balik ini semua?
Inilah masanya, apa yang disabdakan oleh Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wassalam nyata kita rasakan sebagai mukjizat. Dulu, 14 Abad yang lalu para sahabat yang duduk mengelilingi Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam tidak pernah terlintas bahwa kehinaan akan menimpa kaum muslim. Sehingga mereka terheran-heran, tatkala mendengar sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bahwa kelak umat Islam bagai hidangan di atas meja yang diperebutkan oleh musuh-musuhnya. Bahwa akan tiba masanya, kaum muslim bak buih di tengah lautan. Lemah tanpa kekuatan. Inilah yang kita saksikan saat ini. Kita menjadi saksi atas kebenaran sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam.
Umat yang Satu
Apakah lara beserta kehinaan akan terus menerus menikam umat Islam? Tentu saja tidak! Sebab sabda Nabi Shallahu ‘alaihi wassalam tidak berhenti hanya di kabar duka bagi kaum muslim. Banyak sabda-sabda lainnya yang memberikan kabar gembira. Memberikan harapan akan kehidupan yang jauh lebih baik di masa depan. Bahkan bukan sekedar dikabarkan oleh Baginda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam. Tapi juga dijanjikan langsung oleh Allah Subhanahu wata’alla. Bahwa kelak Allah Subhanahu wata’alla akan menyerahkan kembali kekuasan di atas muka bumi ini untuk orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada-Nya. Inilah mukjizat yang juga akan segera terealisasi!
Tidak ada yang mampu menghadang apa yang telah Allah Subhanahu wata’alla tetapkan. Sekuat dan sehebat apapun makarnya, pasti tergilas habis oleh kekuatan Sang Pencipta. Karenanya, jangan dikira tumpahnya darah kaum Muslim yang disiarkan secara langsung oleh si teroris menjadikan umat Islam dunia gentar hatinya. Percayalah, justru kejadian ini semakin mengobarkan semangat perjuangan. Kian menguatkan atmosfer persatuan. Karena fitrahnya umat Islam adalah umat yang satu. Maka persatuan antar umat Islam inilah yang akan menjadi cikal perubahan dunia dari kesewenang-wenangan menuju pada hidup yang berperikemanusiaan. Sebab Islam adalam rahmat bagi seluruh alam. Kemenangan akan kembali ke pangkuan Islam!
Iman dan takwa sebagai kuncinya. Iman berarti meyakini setiap seruan Allah Subhanahu wata’alla dan Rasul-Nya. Kaffah, bukan setengah-setengah. Takwa, bermakna takut. Takutnya kaum muslim tentu hanya kepada Allah Subhanahu wata’alla semata. Bukan pada harta, tahta ataupun dunia dan seisinya. Maka, jika iman masih tersisa, hendaknya kita takut dengan pertanggungjawaban atas nyawa saudara-saudara kita yang teraniaya. Apakah kita turut merasakan perihnya? Apakah kita peduli dengan mereka? Sudahkah kita berjuang untuk mengembalikan kejayaan Islam agar kita dapat memeluk, menolong dan melindungi saudara seiman tanpa sekat apapun? Jawab sejujurnya dan jangan abaikan begitu saja! Sebab, perkara ini kelak juga akan Allah Subhanahu wata’alla tanya. Mari kita rasakan, bahwa luka Muslim Selandia Baru adalah luka kita. Duka setiap muslim, adalah duka umat Islam sedunia.
”Allah telah menjanjikan orang-orang diantara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka  dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap)menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. …” (QS. AN-NUR 24: 55).[]

Comment

Rekomendasi Berita