by

YLKI: Banyak Aduan Konsumen Keluhkan Potongan Pulsa Secara Sepihak

Abdul Basith,  staf bidang pengaduan  YLKI.[Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Persoalan pemotongan (Cut off) pulsa konsumen oleh pihak Smartfren mendapat tanggapan serius dari Yayasan Lembaga Bantuan Konsumen,  Jl. Pancoran Barat VII, Durentiga – Jakarta Selatan.
Dalam perbincanga dengan radarindonesianews.com, Rabu (18/4/2018), Abdul Basith, salah seorang staf bidang pengaduan mengatakan, keluhan berkurangnya pulsa konsumen tidak hanya dikeluhkan untuk operator smartfren dan memang keluhan terkait berkurangnya pulsa cukup banyak masuk ke kami.
Abdu Basith menambahkan beberapa keluhan yang dilaporkan ke YLKI antara lain; pulsa terpotong sedangkan kuota masih ada dan masa aktif belum berakhir, pulsa berkurang tidak jelas, gagal daftar paket namun pulsa sudah terpotong, pemotongan pulsa untuk ikut prime, pulsa terpotong sms berbayar/kontent yang tidak didaftarkan, selalu gagal daftar paket internet, pulsa belum masuk dan 
mahalnya tarif SMS.
“Masalah pulsa terpotong sedangkan kuota masih ada dan masa aktif belum berakhir merupakan keluhan utama terkait telekomunikasi yang masuk ke YLKI dan konsumen berhak atas pengembalian pulsa atas pulsa yang terpotong tidak jelas ini.” Tegas staf pengaduan ini melalui whatsapp.
Operator tambah Abdul Basith, tidak boleh seenaknya mengurangi pulsa konsumen saat kuota masih ada dan masa aktif belum berakhir, bahkan meskipun kuotanya sudah tidak ada pun seharusnya pulsa tidak bisa terambil dulu langsung saja hentikan layanan internet sebelum ada persetujuan konsumen untuk dikenakan biaya paket biasa yang rata-rata nilainya sangat jauh lebih mahal dibandingkan tarif per-kb untuk tarif internet berlangganan.
“Pemerintah seharusnya aware atas masalah ini karena keluhan ini tidak hanya satu-dua konsumen namun banyak bahkan bisa dibilang sistemik dan akan terus berulang jika tidak ada ketegasan pemerintah atas masalah ini.”
Dalam persoalan perdata ini, konsumen yang merasa dirugikan dapat meuntut ganti rugi berdasar KUHFER 1365 dan UUPK  pasal 4 huruf H jo. Pasal 19 ayat 1.i[15:03, 4/18/2018] Basith Ylki: Konsumen bisa menuntut ganti rugi saja jika diranah keprdataan disesuaikan kuhper 1365 dan uupk pasal 4 huruf h jo. Pasal 19 ayat 1.
“Bila upaya tersebut diabaikan, konsumen dapat meminta bantuan BRTI atau BPSK hingga LPKSM setempat.” Imbuh Abdul Basith. [GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + seventeen =

Rekomendasi Berita