![]() |
| Yurfiah Imamah |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Allah SWT berfirman, “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 96)
Begitu jelasnya Peringatan yang datang dari Allah SWT, bahwa bagi penduduk negeri yang beriman dan bertaqwa, Allah SWT akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi, namun tidak bagi yang mendustakan ayat-ayat Allah. Ayat ini menunjukkan bahwa semua perintah atau aturan yang datang dari Allah akan menjamin keselamatan, kebahagiaan didunia dan akhirat.
Tetapi karena manusia terpengaruh oleh tipu daya setan sehingga ia condong dan mengutamakan hawa nafsunya kemudian mendustakan aturan Allah, maka Allah menyiksa mereka karena perbuatan mereka sendiri. Untuk itu manusia harus menyadari bahwa apa yang ia pilih (dengan mendustakan ayat Allah) pada akhirnya akan membinasakan dirinya sendiri. Ayat tersebut kemudian diikuti dengan ayat selanjutnya yaitu :
اَفَاَمِنَ اَهْلُ الْـقُرٰۤى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَّهُمْ نَآئِمُوْنَ
اَوَاَمِنَ اَهْلُ الْقُرٰۤى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَّهُمْ يَلْعَبُوْنَ
اَفَاَمِنُوْا مَكْرَ اللّٰهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْخٰسِرُوْنَ
“Maka, apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur?
Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?
Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf : 97-99)
Bahwasanya Allah SWT mengancam manusia, akan tibanya siksa Allah disaat-saat manusia tidak menyangkanya yaitu mungkin disaat manusia sedang tertidur pulas, atau disaat manusia sedang sibuk bersuka ria, bersantai dan bermain-main. Apakah manusia merasa aman betul dari balasan Allah SWT? Ingatlah tidak akan merasa aman dari hukuman dan balasan Allah kecuali orang-orang yang pasti akan merugi. Hasan Al-Bashri berkata “seorang mukmin mengerjakan amal ketaatan kepada Allah dengan hati dan perasaan yang selalu takut kepada Allah, sedangkan orang yang melakukan kemaksiatan akan melakukan kemaksiatan dengan perasaan aman. (Tafsir Ibnu Katsir)
Sebagaimana yang kita ketahui dan kita alami disepanjang tahun 2018 ini, negeri ini tak henti-hentinya dihujani berbagai musibah yang terus melanda. Mulai dari longsor, gempa bumi, banjir, tsunami, gunung meletus, likuifaksi, dll. Di mana semua bencana yang menimpa lebih dahsyat dari tahun-tahun sebelumnya dan tak cukup hanya satu kali kejadian, namun berulang-ulang kali bencana itu datang, seperti gempa bumi dan tsunami.
Ini adalah peringatan besar bagi kita penduduk negeri ini, karena bencana ini mengajak manusia untuk menyadari bahwa bencana yang terjadi tidak bisa kita anggap sebagai bencana alam biasa, namun bagaimana kita menyikapi terjadinya bencana ini dengan semakin meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT Dzat Pemilik dan Pencipta Alam semesta, manusia dan kehidupan ini.
Bobroknya Negeri Mengundang Bencana
Tak bisa dipungkiri bahwa meningkatnya kebobrokan yang terjadi dinegeri ini semakin nyata kita hadapi. Kedzoliman yang terus dilakukan penguasa mulai dari menjauhkan syariat islam dengan menyebarkan ide radikalisme atau terorisme terhadap islam, penghapusan badan hukum HTI tanpa ada bukti kesalahan yang jelas, dan mendiskriminasi para ulama’, serta persekusi persekusi yang dilakukan terhadap dakwah islam dan pengembannya terus terjadi.
Hukum yang tumpul keatas dan tajam kebawah, menambah daftar kebobrokan negeri ini. Buktinya adanya korupsi berjamaah semakin menambah daftar panjang penguasa yang korup namun masih bisa hidup nyaman. Benar-benar tak sesuai dengan sanksi yang diberikan. Solusi yang keliru dengan menambah hutang yang nominalnya terus membengkak, serta menaikkan harga BBM dan makanan pokok dengan berbagai macam alasan, menjadi sangat tidak masuk akal jika itu dikatakan untuk menyelamatkan perekonomian negeri.
Belum lagi ide liberalisme sekulerisme yang masih dipelihara dan diemban hingga menumbuh suburkan pergaulan bebas dikalangan remaja, seperti LGBT, HIV/AIDS, narkoba, miras, aborsi, dll. Dan Juga kondisi yang menimpa keluarga, dimana keluarga menjadi bangunan rumah tangga yang diidam-idamkan namun berujung perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, ayah menghamili anak kandungnya sendiri, istri bunuh suami, ibu membunuh anak, bahkan satu keluarga bunuh diri bersama, dll. Hampir setiap hari selalu saja ada kejadian-kejadian yang sama semisal itu. Sungguh menyedihkan dan mengkhawatirkan gambaran negeri ini.
Jauh lebih menyedihkan jika kita tak mau menyadarinya dan enggan memilih untuk taat kepada aturan yang datang dari Allah SWT. Bukankah kita tidak menginginkan musibah akan terus terjadi karena ketidaktaatan kita kepada Allah ‘azza wa jalla?
Sebagaimana Allah SWT berfirman:
وَاَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ اَنْ يَّفْتِنُوْكَ عَنْۢ بَعْضِ مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ اِلَيْكَ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ اَنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّصِيْبَهُمْ بِبَـعْضِ ذُنُوْبِهِمْ ۗ وَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ لَفٰسِقُوْنَ
“Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memerdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.”(QS. Al-Ma’idah 5: 49)
Berhijrahlah
Marilah kita jadikan pergantian tahun ini untuk berhijrah secara kaffah. Jika saat ini kita masih dalam kemaksiatan, maka tinggalkanlah kemaksiatan itu semata-mata karena takut kepada Allah. Jika saat ini kita masih ragu dalam berhijrah, maka buanglah keragu-raguan itu semata-mata untuk mengharap ridlo dari Allah SWT.
Hijrahlah secara kaffah, bukan setengah-setengah. Hijrah kaffah tak akan sempurna jika tidak dengan mengubah sistem yang bobrok saat ini menjadi sistem yang diberkahi yaitu islam. Menjadikan islam sebagai sistem kehidupan hanya akan bisa ditegakkan jika ditengah-tengah kaum muslimin telah berdiri Khilafah Islamiyah. Karena hanya dengan Khilafah Islamiyah sajalah kaum muslimin bisa hijrah dari kebobrokan menuju kesejahteraan.
Allah SWT berfirman:
اَفَحُكْمَ الْجَـاهِلِيَّةِ يَـبْغُوْنَ ۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّـقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ
“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?”(QS. Al-Ma’idah 5: 50). Wallahua’lam bi ash showab.[]













Comment