by

10 Persen Proyek di UPT Wilayah II DPUPR Depok Terancam Cut Off

Suasana penagihan progres kerja proyek di kantor UPT Wilayah II DPUPR Depok,.[Muriyanto/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, DEPOK –  Sebanyak 399 titik kegiatan proyek telah digelar pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah II, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Jawa Barat. Sayangnya, dari jumlah tersebut, 10 persen diantaranya terancam kena cut off.
“Sampai sekarang masih ada sekitar 10 persen kegiatan lagi yang sedang on progres. Jika sampai dengan hari ini tidak selesai, akan dilakukan cut off,”, terang Kepala UPT II DPUPR, Argha Darma Tubagus, di ruang kerjanya, Rabu, (28/12).
Menurutnya, sekitar 39 titik lokasi itu merupakan kegiatan bersifat Penunjukan Langsung (PL) di empat wilayah antara lain, Kecamatan Sukmajaya, Cipayung, Beji dan Sukmajaya dengan progres yang berfariasi. 
“Capaian progresnya antara 50 – 90 persen dengan item kegiatan pekerjaan drainase dan jalan lingkungan.”, katanya 
Hari ini, lanjut Argha, merupakan batas waktu akhir kegiatan kerja lapangan dan aktifitasnya dikenakan biaya denda keterlambatan.”Hari ini terakhir waktu kerja fisik proyek, aktifitas kerja yang lampaui batas waktu kontrak kerja hingga 27 Desember, dikenakan denda seribu per hari dari harga Kontrak”, jelasnya.
Kaitan dengan molornya penyelesaian kerja proyek, Sekertaris Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) Kota Depok, Jhon Biduan Karya Sagala mengatakan lantaran terkendala langkanya material kerja dan berimbas pada melonjaknya harga material pekrjaan proyek.
“Kendalanya yang paling dominan itu material bahan yang langka jelang akhir tahun. Akhirnya harga dipasaran jadi melonjak,”, kata Jhon yang juga sebagai direktur salah satu perusahaan jasa kontruksi di Depok.

Mengenai realisasi capaian anggaran, pihaknya mengaku masih belum lakukan rekapitulasi data secara global lantaran aktifitas kerja dilapangan yang masih padat. 

“Sampai sekarang kegiatan dilapangan masih padat, karenanya kami masih belum merekap angka pastinya,”, jelas kang Ar, sapaan akrab Argha. 

Namun demikian, lanjutnya, hingga kini ada sekitar 300 kegiatan sudah selesai Penerimaan Hasil Opname (PHO) dan masuk progres pencairan.

Seperti dikatahui, dari 399 jumlah kegiatan yang dikelola pihak UPT Wilayah II, 175 paket kegiatan drainase dan 244 kegiatan lain pekrjaan jalan lingkungan.
“Dari jumlah total kegiatan itu, sebanyak 70 kegiatan diantaranya digelar sistem lelang. Total anggaran yang terlelola sekitar Rp.63 miliar”, jelas Argha. (Ko,Yan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × three =

Rekomendasi Berita