![]() |
| Foto/Nicholas/radarindonesianews.com |
RADAINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kaukus pembela Imam Besar Umat Islam Indonesia Habieb Rizieq Shihab deklarasikan 3 tuntutan umat (trituma), antara lain meminta untuk menghentikan kriminalisasi terhadap alim ulama dan aktivis, menjamin keselamatan alim ulama dan aktivis, dan rekonsiliasi ke-bhinekaan guna persatuan Indonesia.
Sekjen Kaukus, Dedi Suhardadi mengemukakan,”Kami berjanji akan selalu istiqomah dalam memperjuangkan maksud dan tujuan terbentuknya Kaukus Pembela Imam Besar Indonesia, Habieb Rizieq Shihab sebagaimana termaktub dalam trituma,” kemukanya mengucapkan saat deklarasi di Gedung Joeang 45, menteng Jakarta Pusat. Sabtu (24/2).
Awalnya, pembentukan kaukus bermula dari sejumlah kasus yang menjerat ulama, serta aktivis. Habieb Rizieq sendiri diduga dalam kasus chat, yang mana menurut Kaukus Pembela Rizieq kesemuanya
Dan dalam sesi sebelum deklarasi dikemukakan, sempat testimoni baik dari yang pihak kena imbas yang kriminalisasi pun disuarakan.
“Saat ini ulama ulama yang perlu diperhatikan. Selain itu, Alfian Tanjung, Jonru, dan juga Asma Dewi yang sekarang masih menghadapi persidangan, bahkan kami peroleh kabar sekitar 13 orang yang sudah ditangkapp dan akan segera diproses,” kata Dedi.
Kiyai Abdul Rosyid yang turut hadir mengemukakan atas dilangsungkan deklarasi Trituma merupakan usaha dan akhtiar sangat tepat untuk upaya tegaknya keadilan di Indonesia.
“Mudah-mudahan perjuangan kita tidak sia sia dan dikabulkan. Amien,” imbuhnya.
Pada 21 februari kemarin, memang kedatangan HRS sudah ditunggu tunggu, bahkan sudah ada tabliq akbar di masjd Baiturahman,” ungkapnya.
Al Khatath, Sekjen GNPF Ulama menyebutkan bahwa upaya bpk. Dedi Suwandi yang membentuk Kaukus Bela Imam Besar, Rizieq menurutnya satu satunya ulama yang mampu mengkomando ribuan bahkan puluhan ribu ulama di Indonesia.
“Walaupun tidak menggunakan jabatan formal. Namun faktanya seluruh lapisan masyarakat, kalangan ulama, mengikuti komando HRS,” papar Ustadz yang berjuang sebelum di GNPF, sewaktu masih di FUI baik bersama Kiayi Abd. Rosyid, dan Abu Jibril memegang toingkat komando aksi.
Aktivis Hatta Taliwang yang juga sempat ditahan dan sudah dibebaskan itu, hadir dan mengatakan bahwa kedatangannya karena acaranya bernuansa damai.
“Pancasila sebenarnya damai. Namun ketika ada yang ingin menjadi dominan, hal ini yang menjadi pengganggu,” urai Hatta.
Kemudian, sambungnya jika ngin mengembalikan permasalahan berdasarkan nilai-nilai, pasti temanya bukan menjadi ujaran kebencian, tapi ujaran kasih sayang yaitu ujaran rohman dan rahim karena semua ingin Indonesia itu sejahtera, makmur, damai, dan sebagainya.
“Jika sudah muncul konflik, harus ada konsensus. Testimoni itu hanya akan membuka luka saja jadi saya tidak akan membicarakan itu. Kita seharusnya membicarakan dan mendiskusikan bagaimana membangun negeri sesuai rohman dan rohim ,” pungkas Hatta.[Nicholas]










Comment