by

Aksi Bela Islam 313 Aspirasi Umat Islam Karena Membela Keyakinannya

KH. DR. TB Abdurrahman Anwar, MA.[Gofur/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Apa ada dalilnya Demonstrasi? Menurut KH. TB Abdurrahman Anwar, MA, menyampaikan aspirasi adalah hak setiap manusia yang dijamin oleh Undang Undang Negara dan peraturan Agama Islam. Karena memberikan nasehat, kritikan, evaluasi, koreksi baik yang bersifat pribadi, maupun kelompok golongan dalam rangka perbaikan dan kebaikan bangsa dan negara adalah kewajiban setiap Muslim.

Di saat tatanan kehidupan masyarakat terkoyak dan tercabik-cabik, tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara mengalami kerapuhan dan kehancuran maka setiap orang wajib untuk bergerak dan memperbaikinya.

Banyak jalan dan cara menuju perbaikan, lewat ceramah, dakwah, tulisan dan aksi lainnya termasuk Demonstrasi di dalamnya. Berapa banyak ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits Nabi serta Ijma Ulama yang menyerukan untuk itu.

Demonstrasi adalah menyampaikan aspirasi dan koreksi dan itu adalah bagian daripada jihad dalam Islam, dan jihad konstitusi dalam konteks bernegara. Jangan ragu untuk ikut aksi Bela Islam sekecil apapun dan harus ikut andil ambil bagian, serta tidak boleh berdiam diri.

Tubagus menambahkan, ada beberapa Kyai atau Ulama yang melarang dan mengatakan Demonstrasi itu tidak ada manfaatnya. Ulama dan Kyai atau yang di-Ulama-kan dan di-Kyai-kan yang melarang demonstrasi itu ilmunya masih terbatas dan dangkal meskipun bergelar Syech atau Profesor atau apapun namanya, tidak usah diambil pusing, karena Ulama sendiri ada Ulama Khoir, para alama baik yakni ulama akhirat) dan ulama su’u (ulama Jahat –> Ulama Dunia).

“Apalagi mengatakan tidak ada manfaatnya, itu keliru dan penyimpangan terbesar karena kebodohannya.” Tegas KH. DR. TB Abdurrahman Anwar kepada radarindonesianews.com, Kamis (30/3).

Karena setiap niat dan tujuan melakukan kebaikan dalam bentuk apapun lanjutnya, pasti banyak manfaatnya termasuk Demonstrasi didalamnya.

“Kita sudah sering demo tapi hasilnya masih nihil atau belum maksimal?” Menjawab hal ini, KH. TB Abdurahman menyatakan, kita berjuang tidak boleh terjebak oleh berhasil atau tidaknya. Melaikan tugas kita adalah berjuang karena Allah dan hasilnya serahkan kepada Allah SWT.

“Itulah muslim semestinya dalam menapaki perjuangan. Kita bukan waktunya lagi untuk berdebat dan berdiskusi.” Ujarnya.

Saatnya sekarang kita berbuat sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Al-Quran sudah dihina, ulama sudah dilecehkan, bangsa dan negara sudah dirusak, berarti kita tidak boleh diam.

Jika Al-Quran dihina, jika ulama dilecehkan, jika negara sudah dirusak, maka Anda harus bangkit melawan dengan cara apapun meskipun Anda harus sendirian dan meskipun Anda harus bersimbah darah karenanya itulah sikap Muslim yang seharusnya.

“Demikian kami sampaikan,jangan pernah bosen dan jangan pernah jenuh serta jangan pernah bersifat masa bodoh terhadap aksi Bela Islam dan Bela Negara.” Tegasnya.

Saat kita Bela Agama pasti Bela Negara, tetapi Bela Negara belum tentu Bela Agama. Selamat berjuang, selamat berdemonstrasi untuk Aksi Bela Islam. Tanamkan niat yang lurus, ikhlaskan langkah berjuang,bulatkan tekad. Allah SWT dan Rasul-Nya selalu bersama kita. [GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − sixteen =

Rekomendasi Berita