by

Aliansi Indonesia Bergerak Kenang Tragedi 2 Tahun Peristiwa Patung Kuda

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – 300 peserta unjuk
rasa Aksi damai  yang di gelar oleh Aliansi Indonesia Bergerak, di Patung
Kuda Jum’at (26/8), terkait peristiwa Patung Kuda  pada 2014, lalu tepat
saat Mahkamah Konstitusi menolak gugatan Pasangan Capres Prabowo-Hatta. Saat
itu, mereka merasa dirugikan rasa keadilannya karena apa yang telah dilakukan
oleh tim Jokowi – JK saat pemilu penuh dengan kecurangan yang terstruktur
sistematis dan masif.


Dua tahun lalu, tepatnya di Jakarta 21 Agustus 2014,  peristiwa pengumuman
hasil Gugatan Sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) yang dilakukan oleh
Mahkamah Konstitusi bersama dengan terjadinya kegaduhan Petugas Kepolisian
menghadapi ratusan ribu simpatisan dan para pendukung Pasangan Calon nomor urut
satu Prabowo-Hatta yang menuntut keadilan. 
 
Peristiwa Patung Kuda disebut-sebut
karena pada hari itu ratusan ribu masa pendukung Pasangan Calon nomor urut satu
(1) dibubarkan secara paksa dengan perlakuan semena-mena aparat kepolisian,
masa ditembaki dengan peluru karet, gas air mata dan terjadi tindak kekerasan
lainnya yang dilakukan aparat kepolisian sehingga jatuh korban
luka-luka


Koordinator aksi,
Jimy CK didampingi oleh Mayjen Adityawarman Kawasan Monas, Jakarta, Jumat
(26/8/2016 menjelaskan,”Hari ini kami sejumlah relawan prabowo 2014 yang lalu
yang tergabung dalam Aliansi Indonesia Bergerak berkumpul untuk sama-sama
mengenang tragedi 2 tahun lalu di tempat ini, kami ingin mempertanyakan
kelanjutan proses hukum kepada Komnas HAM dan kepolisian 2 tahun lalu kami
disini pernah memperjuangkan demokrasi namun kami justru diperlakukan tidak
manusiawi.”


 “Dua
tahun lalu, kami jadi korban sampai sekarang, karena rezim yang sekarang telah
membohongi rakyat sendiri”ungkap Jimmy dengan tegas


Jimmy menambahkan
bahwa saat itu, mereka yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta telah diperlakukan
secara semena-mena oleh aparat keamanan.
 

Aliansi meminta
kepada seluruh rakyat Indonesia untuk cerdas dalam bersikap, jangan sampai
kecurangan yang telah terjadi pada 2014 lalu justru merugi karena putusan yang
salah.

“Pemimpin terpilih hari ini tidak konsisten. Ekonomi makin hancur.
Pemimpin terpilih saat ini tidak bisa menepati janji manisnya,”urai Jimmy


Aliansi yang
terdiri dari seluruh relawan Prabowo-Hatta tersebut, juga mengingatkan kepada
KPU dan Bawaslu untuk bertanggung jawab atas seluruh kecurangan pemilu yang
terjadi 2014.

Peringatan peristiwa Patung Kuda ini menjadi momentum agar bangsa indonesia
dapat mengambil pembelajaran bahwa Pemilihan Umum adalah ujung tombak demokrasi dan demokrasi adalah kedaulatan dan kemerdekaan rakyat sesungguhnya.[Hera]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − nineteen =

Rekomendasi Berita