![]() |
| Angesti Widadi |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Remaja memang identik dengan tingkah laku yang labil dan proses pencarian jati diri. Rasa ingin tahu nya yang tinggi membuatnya tak segan untuk mencoba berbagai hal.
Mulai dari hal kecil sampai hal besar hingga manis sampai pahitnya kehidupan mereka rasakan. Sayang beribu sayang, mereka enggan diarahkan untuk menjadi lebih baik. Banyak dari mereka yang tersesat dan terjebak dalam kubang kemaksiatan. Alih-alih menemukan jati diri, mereka bergabung dalam lingkungan yang buruk.
Komunitas narkoba, pecandu miras, klub malam, geng tawuran, pergaulan bebas hingga L913T mereka ikuti. Prosentase terbesar ada pada pergaulan bebas. Sasaran terbesar korban pergaulan bebas ialah rusaknya remaja perempuan.
Hidayatullah.com– Tingkat sadisme dan seks bebas di kalangan remaja Indonesia kian memprihatinkan. Hal ini ditandai makin tingginya angka pembuangan bayi di jalanan sepanjang Januari 2018.
Ada 54 bayi dibuang di jalanan pada Januari 2018. Pelaku umumnya wanita muda berusia antara 15 hingga 21 tahun.
Ind Police Watch (IPW) mendata, sepanjang Januari 2018 bayi yang dibuang di Indonesia sebanyak 54 bayi.
“Angka ini mengalami kenaikan dua kali lipat (100 persen lebih) jika dibandingkan dalam periode yang sama pada Januari 2017, yang hanya ada 26 kasus pembuangan bayi,” ungkap Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilisnya diterima hidayatullah.com, Rabu (31/01/2018).
Naudzubillahi min dzalik, bukannya jati diri yang mereka temukan, tapi malah mereka yang tersesat. Remaja sangat butuh untuk dituntun agar mereka bisa berpikir mana yang benar, dan menemukan jati diri yang sebenarnya.
Lalu, apa sih jati diri kita yang sebenarnya?
Jati diri seorang perempuan dalam Islam ialah sebagai seorang Muslimah. Seseorang yang mengaku sebagai Muslimah, seyogyanya taat pada Rabbnya. Muslimah wajib menjaga kehormatan dan harga dirinya.
Islam sebagai rahmatan Lil ‘alamin memiliki banyak sekali aturan yang memuliakan wanita . Islam mewajibkan perempuan untuk menutup seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, semata karena ingin melindunginya dari bahaya.
Islam juga melarang kita untuk berpacaran, mendekatinya saja tidak boleh apalagi pacaran ( Q.S Al-Isra:32).
Pacaran merupakan pintu terbukanya perzinahan dan terbukti dengan tingginya angka remaja yang melakukan seks bebas di luar nikah. Allah melarang sesuatu karena merupakan pintu maksiat dan bisa menjerumuskan ke dalam neraka.
Islam juga melarang interaksi antara laki-laki dan perempuan. Adapun interaksi yang diperbolehkan yaitu ketika melakukan jual beli, bekerja, dan menuntut ilmu.
Ketika kita membentengi diri dengan Islam, maka inshaAllah kemuliaan dan kehormatan kita sebagai wanita terjaga dari segala marabahaya.
Jadi jelas Islam memiliki solusi untuk berbagai problematika yang dialami remaja saat ini. Sudah saatnya kita kembali kepada syari’at Islam, sehingga tercipta kehidupan yang lebih baik. Insya Allah.[]










Comment