by

Angesti Widadi: Proyek OBOR, Bencana Besar bagi Indonesia

Angesti Widadi
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Hidup dalam sistem Kapitalisme memang susah untuk bernafas lega. Bagai budak dalam istana, rakyat hanyalah budak untuk diperas tenaganya, ditekan batinnya, tidak diberi makan minum, dikekang dan harus mengikuti nafsu tuannya. Kapitalisme memiliki anak bernama Demokrasi. 
Demokrasi menawarkan sebuah sistem dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Seperti penjual yang menjual buah jeruk yang terlihat segar namun pahit rasanya, yang ditawarkan oleh Demokrasi hanyalah bualan semata. 
Rakyat tak pernah didengar aspirasinya, bahkan rakyat selalu jadi korban kerakusan tuannya. Sayang, rakyat pun dipaksa mengikuti tuan tuan lain yang merupakan teman sang raja istana. Rakyat menolak, berteriak hingga menjerit hanyalah bak angin lewat di hidung sang raja. Raja tak pernah memihak rakyat, begitulah kenyataan pahitnya. 
Rakyat pun harus kembali legowo menerima aturan baru yang dimainkan oleh Raja. Proyek yang merugikan dan menyengsarakan rakyat kembali diterapkan di Indonesia. Sebanyak 23 momerandum of understanding dalam proyek One Belt on road (OBOR) sudah ditandatangani pada hari Jumat 26 April 2019 di Beijing, Tiongkok. Proyek OBOR siap dilaksanakan. (harianjogja.news, 28 April 2019). 
Perintah yang tak mampu ditolak oleh rakyat. Lagi, dan lagi, rakyat akan menjadi korban kerakusan tuannya. Harta milik rakyat perlahan akan diambil hingga rakyat tak punya apa apa. Rakyat harus mengeluarkan kocek mahal untuk dapat memiliki hartanya sendiri yang menjadi milik asing & aseng. Rakyat dituntut untuk lebih giat memeras keringat untuk membayar utang tuannya. Rakyat dipaksa menderita untuk memuaskan nafsu tuannya. Begitulah wajah Demokrasi sebenarnya. 
Proyek OBOR merupakan investasi besar China kepada Indonesia dan jalan China untuk menguasai Indonesia. Meskipun China dan tuan kita menganggap proyek OBOR bukan jebakan utang, tetapi Sri Lanka dan negara lainnya sudah membuktikannya. 
Manajer Kampanye dan Iklim Walhi, Yuyun Harmono saat ditemui di kantornya, Mampang, Jakarta Selatan, Senin, 29 April 2019 melaporkan bahwa jebakan utang ini sebelumnya telah melilit negara yang menyepakati OBOR dengan China, seperti Sri Lanka dan beberapa negara lainnya di Afrika. China pada 2017 menggelontorkan duit pinjaman senilai US$ 1,5 miliar. Namun perjanjian ini berujung mudarat bagi Sri Lanka lantaran negara itu harus menyerahkan pelabuhannya kepada pemerintah China lantaran tak bisa melunasi utang. ( Bisnistempo, 29 April 2019 ). 
Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam dan merupakan mangsa besar Kapitalis untuk menjajah dan menguasai negeri ini. Indonesia disebut juga negara Atlantis yang mempunyai harta karun melimpah. Para Kapital dari berbagai penjuru dunia bersaing untuk menguasai Indonesia. Jebakan utang yang berkedok Investasi menjadi bencana besar bagi Indonesia. 
Utang merupakan alat penjajahan bagi para Kapitalis. Garis besarnya, para Kapital menanam modal dan investasi besar ke Indonesia. Indonesia tidak akan bisa membayar utang dalam jumlah yang besar. Lalu para Kapital menekan untuk bisa menguasai Indonesia karena tidak bisa membayar utang. Sungguh, ini merupakan bencana besar bagi Indonesia! 
Solusi yang ditawarkan para ahli dalam negeri pun tidak dapat menyelesaikan berbagai macam problemik secara tuntas. Seperti tambal sulam, masalah akan terus bermunculan ke permukaan. Solusi yang hanya berdasarkan pada akal manusia yang terbatas tidak dapat memecahkan berbagai masalah yang telah mengakar. 
Islam telah menyediakan berbagai macam solusi tuntas atas semua problematika yang terjadi di negeri ini. Aturan dari Sang Maha Pencipta dan Pengatur Kehidupan telah diterbitkan dalam Islam. Islam merupakan rahmat bagi seluruh alam mampu menjadi cahaya bagi negeri manapun yang menerapkan aturannya. Islam tidak akan membiarkan siapapun yang menerapkan aturannya menderita sebab Islam adalah agama yang damai dan sejahtera. 
Institusi yang pernah menerapkan Islam pun hidup bahagia sejahtera. Institusi itu bernama Khilafah. Khilafah menerapkan secara keseluruhan aturan dari Sang Pengatur Kehidupan yang menjadi rahmat bagi negerinya. Khilafah telah membuktikan janji Allah benar bahwa negeri yang menerapkan hukum Allah akan mendapat rahmat dan keberkahan dari langit dan bumi. Khilafah memiliki banyak sumber daya alam yang melimpah, dan ilmuwan yang unggul dalam banyak bidang. 
Allah SWT berfirman, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raaf: 96).
Khilafah merupakan negara besar yang ditakutin asing & aseng karena ia merupakan negar adidaya. Khilafah tidak akan membiarkan asing & aseng menguasai negeri. Khilafah juga tidak akan menerima perjanjian dengan asing & aseng yang akan merugikan bagi rakyatnya. Khilafah juga tidak akan berhutang kepada negara lain. Khilafah merupakan sumber kekuatan negeri Muslim untuk bisa terbebas dari penjajahan asing & aseng. 
Allah SWT berfirman, “Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-oriing kafir.” (QS. An-Nisa.i : 141). 
Maka solusinya kembalilah kepada Islam dan berjuang mendirikan intitusi besar bernama Khilafah. Wallahu A’lamu bis showwab. []
Penulis  adalah guru di SDIT MUTIARA HATI GRIYA ASRI 2 Tambun Utara Bekasi

Comment

Rekomendasi Berita