Ditambahkannya, apalagi dengan diaktifkannya Petahana, sambung Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini diluar kelaziman dalam sebuah perhelatan Pilkada. Jika Petahana mencalonkan diri kembali dalam Pilkada, akan sangat besar potensi kecurangan dilakukan oleh Petahana nanti.
“Di Pilkada, yang pasangan petahananya tidak diaktifkan hingga masa pemilihan saja banyak kecurangan yang dilakukan apa lagi oleh pasangan Petahana yang diaktifkan sebelum hari pencoblosan,” imbuhnya lagi.
Karena itulah, Arief meminta warga DKI Jakarta harus awasi setiap pemilih di TPS masing-masing terhadap pemilih yang tidak jelas dan tidak pernah melihat si pemilih tinggal di sekitar TPS tempat warga yang tinggal dan biasa mencoblos di TPS tersebut.
“Jangan coba coba untuk melakukan kecurangan dalam pilkada DKI Jakarta karena akan meyebabkan kerusuhan pasca pencoblosan. Saya minta pasangan Petahana dan TIM suksesnya untuk fair dan tidak mengunakan fasilitas negara untuk melakukan pengalangan masyarakat untuk memilih pasangan Petahana,” pungkasnya.[Nicholas]












Comment