Arief Poyuono: Jangan Jadikan Anak Anak Kami Jadi Generasi Robot

Berita1683 Views
AriefPoyuono.[Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Perubahan jam belajar siswa SD hingga SMA yang akan diberlakukan selama 8 jam dalam 5 hari, seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017. Hal ini mendapat komentar
Waketum Partai Gerindra, Arief Poyuono.
“Joko Widodo harus bijak dalam membuat kebijakan pendidikan nasional, sebab bila tidak maka yang dihasilkan sekolah hanyalah generasi robot masa mendatang,” ungkapnya melalui rilis kepda redaksi radarindonesianews.com, Jumat (11/8).
Arief menambahkan, yang pasti berdampak ialah bertambahnya biaya rumah tangga wali murid dan biaya yang mesti dikeluarkan oleh Guru apabila ada sistim belajar 8 jam.
“Tentu ini akan memberatkan, dimana orang tua wali murid harus menambah uang jajan murid sekolah karena waktu belajar yang mirip dengan waktu kerja buruh,” cetusnya kembali mengkritisi.
Padahal, kemukanya, seharusnya para murid bisa makan siang di rumah, akan tapi karena jam belajar melewati waktu makan maka murid di sekolah harus membeli makan.
“Sedangkan bila dibawakan bekal pun dari pagi saat berangkat sekolah maka tentu saja kualitas makanan yang dibawa menurun, malah menimbulkan dampak penyakit,” jelasnya.
Kemudian, selain itu menurut Arief begitu juga dengan para guru yang jam mengajarnya bertambah maka biaya akan bertambah padahal pendapatan gaji tetap, begitu juga cost operational sekolah juga akan bertambah.
“Pendidikan membangun karakter  generasi mendatang sebenarnya bukan persoalan lamanya jam belajar siswa tetapi pada penyusunan kurikulum ,materi pendidikan,dan cara mengajar,” jelasnya.
Soalnya, menurut Arief Poyuono, mata pelajaran dasar mata pelajaran IPA sangat monoton dan tidak ada sentuhan untuk bisa memberikan karakter pada murid. semisalnya saja banyak murid yang tidak tahu apa tujuan belajar IPA atau mata pelajaran lainnya bagi dirinya dan negaranya sebagai generasi mendatang.
“Jadi ini membuktikan kalau Menteri Pendidikan tidak punya sistim yang tepat dalam membangun karakter generasi mendatang kalau cuma menghasilkan belajar 8 jam dalam 5 hari,” tukasnya.
Hingga harus membuat sistim pendidikan yang singkat padat dan mudah dimengert serta bisa mempengaruhi karakter murid.”Untuk menjadi generasi mendatang yang berkualitas dan bukan generasi robot,” paparnya.
“Bijaklah pak Joko Widodo jangan sampai kebijakan belajar 8 jam, justru hanya menghasilkan generasi yang tidak berkarakter Karena murid  kurang gizi,” pungkasnya.[Nicholas]

Comment