by

Australia Harus Tindak Pelaku Kriminal di KJRI Melbourne

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) RI mendesak otoritas Australia untuk menindak tegas pelaku penerobos Gedung Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Melbourne. Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi mengatakan, penerobosan gedung KJRI tersebut merupakan tindakan kriminal yang sama sekali tidak dapat ditoleransi.

“Otoritas Australia harus segera menuntaskan investigasi dan memproses hukum pelaku kriminal penerobos KJRI Melbourne” ucap Retno, seperti dikutip dalam rilisnya, Minggu (8/1 /2017).

Seperti diberitakan, seorang oknum menerobos Gedung KJRI di Melbourne, Jumat 6 Januari 2017, yang kemudian mengibarkan bendera kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Menlu mengatakan, sebagai negara penerima, Australia memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk segera memproses hukum dan menjamin keamanan semua misi Indonesia di Australia. Hal ini sesuai Konvensi Wina 1961 dan 1963 tentang Hubungan Diplomatik dan Konsuler.

Dalam Konvensi Wina 1961 pasal 22 ayat 2 disebutkan bahwa negara penerima memiliki tugas khusus mengambil semua langkah untuk melindungi bangunan-bangunan misi dari segala bentuk intrusi atau kerusakan dan mencegah segala bentuk gangguan ketenangan atau perusakan kewibawaan misi.

Dalam pernyataan resminya, Retno menjelaskan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, pada Sabtu (71/2017). Hal tersebut untuk meyakinkan bahwa pemerintah Australia akan melakukan investigasi dan memproses hukum pelaku kriminal tersebut.

Selain itu, duta besar RI di Canberra juga terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah dan Otoritas Australia guna memastikan keamanan semua misi dan staf Diplomatik Konsuler Indonesia di Australia.[TB]

Comment