![]() |
| Ayu Yulia Yang bersama Kris Budihardjo |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dunia politik dan social memang sangat menarik untuk diperbincangkan. Topiknya pun bisa membuat seseorang sontak mengeluarkan berbagai argumen untuk masalah kesejahteraan dan keadilan. Salah satu aktifis politik dan social yang tergerak yakni Kris Budihardjo atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Kris. Kris, merupakan salah seorang aktifis politik dan social yang tentunya sudah cukup popular di kalangan masyarakat luas. Bukan hanya itu, Kris juga memiliki jabatan sebagai Ketua Umum RKIH ( Rumah Kreasi Indonesia Hebat ). Terlihat ramah, murah menebar senyum dan cerdas memberikan ide – ide untuk politisi dan masyakat. Dari segi penampilan, mungkin tak sedikit orang berpikiran bahwa Kris terlahir dari keluarga yang menengah ke atas. Tapi, tahukah bahwa sebenarnya Kris memiliki kisah duka terpahit?
Kisahnya diceritakan kepada Ayu Yulia Yang, wartawati radarindonesianews.co di salah satu restoran ternama di daerah Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Sabtu ( 19/01 ). Kris mengatakan bahwa suka duka terpahit tentu semua itu pernah merasakan saat masih kecil. Makan dengan garam dan minyak jelantah. Kemudian juga pernah makan sambal hijau diberi minyak jelantah. Menurutnya, itu sudah paling sedap. Ditambahkan, lebih enak lagi sambal jelantah dengan tempe atau beras yang dijadikan kerupuk apabila dimakan pada saat itu sudah terasa mewah.
Sambungnya, itu masih kecil, masih muda usianya. Sekitar usia 11 tahun. Orang tua yang berlatar belakang mata pencaharian usaha sedang mengalami krisis ekonomi. Namanya usaha ada pasang surut. Lebih lanjut diceritakan bahwa pernah juga sekolah sambil kerja. Berjualan undangan dengan naik sepeda onthel. Pernah juga pulang kampung naik truk untuk irit ongkos.
Sosok Kris tidak pernah merasa iri akan teman – teman yang hidup berkecukupan. Dituturkan bahwa walaupun Kris hidup dalam kekurangan ekonomi tapi Kris pribadi tidak pernah merasakan miskin. Kris yakin bahwa suatu saat akan bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Seperti makan ayam dsb. Kris memang sudah lama menjadi seorang aktifis, dari remaja, di kampung, di Solo. Didalam ketidakberadaan ekonomi, Kris tidak pernah berkeluh kesah. Tidak pernah merasakan miskin. Tidak makan ya tidak masalah. Tidak ada keinginan untuk memiliki yang bukan haknya.
Kris selalu menikmati hidupnya. Kris biasa menggerakkan suatu kegiatan social sebagai pemimpin di kampung saat remaja. Dikatakan lagi pada saat SMP kisahnya. Kris pernah berpidato memakai celana sobek. Kris tak malu. Tidak masalah bagi Kris dilihat orang. Tambahnya, ada seorang ibu orang tua murid menangis melihat celana sobek dipakai saat berpidato. Kemudian imbuhnya, Kris diberi celana oleh ibu tersebut.
Jerih payah Kris sepertinya sudah mulai berbuah manis. Kris terbilang cukup sukses sebagai aktifis. Namun, Kris tetap saja merendahkan hatinya. Dikatakan bahwa dibilang sukses sekali juga tidak. Mengalir saja. Lanjutnya, apa sih yang disebut sukses? Sukses itu sesaat. Seorang anak dikatakan sukses kalau sudah bisa berjalan. Sekolah terus lulus disebut sukses. Setelah lulus kemudian diterima kerja atau sekolah perguruan tinggi disebut lagi sukses. Tolak ukur sukses tidak jelas. Seseorang dikatakan sukses apabila tercapai apa yang diinginkan dan dicita-citakan. Hanya kebanyakan pendapat orang, sukses itu jika sudah mapan ekonomi. Itu namanya capaian saja sebenarnya. Sukses itu relative. Sukses itu sebenarnya adalah saat mendebarkan apabila puncak keberhasilan yang dicapai seseorang dengan hasil sebuah tetesan yang bisa menghidupi rumput – rumput bersifat hakiki. Misalnya dengan berzakat kalau menurut agamanya. Seberapa besar zakat yang disisihkan dari materi yang didapatkan. Sama saja itu kesuksesan yang didapatkan.
![]() |
| Kris Budihardjo berpidato pada acara puncak bakti sosial di Bone Bolango, Gorontalo, 19 Desember 2018… |
Dituturkan lebih lanjut, kesuksesan tidak pernah berhenti. Kemudian seseorang yang telah mencapai sukses akan membuat rencana berikutnya. Kembali akan berjuang. Seperti halnya dicontohkan biasanya kesuksesan dalam meraih jabatan baik dalam swasta dan pemerintahan. Salah satu tolak ukur kesuksesan dalam jabatan, sebenarnya apabila pensiun atau berhenti atau mengakhiri dengan citra dan kinerja yang baik.
Kris memang aktifis social dan politik tapi dirinya menyebutkan bukan untuk mengejar sebuah kedudukan melainkan Kris punya keinginan untuk mengedepankan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat tercapai dan terwujud. Kris hanya mencoba menjalin mitra saja. Baginya, semua itu menyenangkan dalam perjalanan hidupnta. Memang ada hal yang menyedihkan akan tetapi cepat melupakannya.
Terpenting bisa menjadi motivasi, salah satunya adalah Kris pernah disebut gila karena sering berbicara politik padahal hidup Kris tidak kaya. Otak Kris disebut tidak beres. Hidup sendiri belum becus malah memikirkan orang lain. Kris memang pernah berusaha mencarikan pekerjaan buat orang lain. Usianya itu masih sekitar 18 tahun. Kris tidak pernah baper ketika dibully dari kecil. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Biasa saja baginya. Dilanjutkan lagi, tatkala orang pintar di Jawa, Aceh, Medan, Kalimatan dll tidak pernah memberikan jawaban sama orang lain atas pertanyaan, orang – orang itu kemudian bertemu dengan Kris sangat menghormati. Kata – kata diucapkan dengan sangat halus. Namun karenanya Kris jadi segan untuk bertanya. Tidak ada keinginan sebenarnya dari Kris untuk datang kesana.
Paling menarik menurutnya dalam kisah hidupnya, tidak punya jabatan tapi seolah – olah punya kekuasaan. Banyak orang yang memiliki jabatan tinggi sering meminta saran dan pendapat Kris. Idenya pun diterima. Kris juga sering diundang untuk berdiskusi kemudian ide yang dicetuskan Kris diterapkan sebagai kebijakan. Itu sudah hal membanggakan buat Kris. Kris tidak pernah mempermasalahkan soal honor. Lanjut ceritanya, Kris juga pernah dikawal voorider. Kemudian sang anak rupanya komplain. Akhirnya Kris memutuskan untuk tidak pakai lagi. Kalau ditanya soal benda, Kris menjawab bahwa dirinya jarang membeli benda. Seringkali benda itu merupakan pemberian seperti baju bagus. Ada juga mobil pertama, itu pun juga diberi orang, sejenis mobil tua. Sekitar tahun 1982. Ada jam tangan juga diberi orang.
Kris bukan tipe suka mengumpulkan uang kalau menginginkan sesuatu. Apabila Kris menginginkan sesuat, Kris memberikan jangka waktu sebagai acuan, kemudian percaya tidak percaya itu terjadi begitu saja. Misal saat Kris mau naik haji tahun ini. Ya tahu – tahu ada uang untuk melunasi pas waktunya, entah dari hasil berbisnis atau pemberian kolega bisnis. Kris biasa menggunakan manajemen langit. Rumah pun juga sama. Kris bayar uang muka saja dan disetujui untuk kredit karena ada yang menawarkan dengan harga murah. Rumah menjadi miliknya. Kris dipaksa mengumpulkan tatkala sudah terjadi transaksi. Kris ternyata punya kebiasaan yang bisa ditiru, berapapun yang Kris dapat, Kris sisihkan untuk zakat atau biasa juga membayar zakat dimuka sebesar 2,5%. Misal Kris butuh dana 2 milyar, Kris bayar zakat dimuka 25 juta. Ya kemudian sesuai waktu yang diinginkan dapat 2 milyar. Kris pakai manajemen 1 tambah 1 bukan sama dengan 2.
Hobi diluar politik social Kris adalah cipta dan nyanyi lagu. Tahun 1997 sampai 2000, lagu yang diciptakannya direkam dan dikenal secara popular dan menjadi unggulan di kalangan masyarakat. Lagu dangdut yang judulnya Hanya Kamu. Tidak disangka, Kris sudah menciptakan beberapa lagu sekitar 48 lagu Islam. Lagunya dinyanyikan oleh murid Al Azhar Vocal Group. Direkam dan juga dibeli orang.[Ayu Yulia Yang]
















Comment