by

Balap Liar Marak, Polisi Bergerak Ke Simpang Lima Gumul

Polisi saat tangani kasus balap liar di SLG.[Taufiq/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, KEDIRI – Menindak lanjuti keluhan
masyarakat tentang balap motor liar yang kembali marak di Kediri, Polres Kediri
langsung bergerak untuk menangani kasus balap liar tersebut.  Satlantas Polres Kediri rutin menggelar
patroli di kawasan Simpang Lima Gumul. Pasalnya, aksi balap liar ini kerap
dilakukan malam hari hingga menjelang waktu subuh.  Untuk memberi efek jera pihak kepolisian akan
menindak tegas bagi peserta balap liar yang terjaring operasi. 
Pantauan Radar Indonesia News di
kawasan Simpang Lima Gumul pada malam minggu, ratusan motor siap adu balap
masih saja terjadi, bahkan ada banyak remaja yang nongkrong sambil
minum-minuman keras, kemudian konvoi di kawasan SLG sambil mengendarai motor
protolan (tidak standart) sambil mengejek anggota polres Kediri yang sedang
melakukan Patroli.
Sementara itu, Kapolres Kediri, AKBP Akhmad Yusep Gunawan ketika di hubungi oleh Radar
Indonesia mengatakan bahwa jajaran Polres kediri menerjunkan 35 Personil khusus
untuk menangani aksi balap liar di kawasan Simpang Lima Gumul.
35 Anggota Polres Kediri dari semua satuan sudah kita BKOkan ke kawasan
Simpang Lima Gumul  untuk memperkuat dan
menangani permasalahan khususnya balapan liar
” Kata Akhmad
Yusep Gunawan,
Kapolres Kediri. 
Warga Kediri yang berkunjung ke Monumen
Simpang Lima Gumul atau biasa disingkat SLG, gerah dengan aksi balap liar yang
masih terjadi di kawasan tersebut.
Hampir setiap malam disini sering terjadi aksi balap liar dan tawuran. Apalagi
kalau pada malam minggu bisa sampai dini hari. Warga merasa tidak nyaman dengan
ulah remaja tersebut
,” ungkap Triono (33), warga pare.
Triono menambahkan, bahwa Polisi
yang melakukan patroli sangat sedikit, jadi tidak berani menindak dan terkesan
membiarkan, karena jumlahnya kalah jauh tidak sebanding dengan jumlah anak-anak
yang melakukan balap liar maupun yang melakukan konvoi.
AKP Fatikh Dedy Setiawan, Kasatlantas
Polres Kediri ketika dikonfirmasi melalui Kanit Turjawali mengatakan bahwa kami
berusaha keras untuk menertibkan kawasan SLG sebagai kawasan tertib lalu
lintas, termasuk menindak tegas remaja yang melakukan balap liar di kawasan
tersebut. Selama 3 minggu, anggota kami sudah merazia dan mengamankan puluhan
motor yang akan digunakan balap liar.
“Tadi malam kita juga mendapati
trek-trekan di kawasan Simpang Lima Gumul, tepatnya di depan terminal SLG. Bagi
peserta balap liar akan kita tilang dan motornya diamankan. Ini untuk efek jera
supaya tidak lagi terlibat balap liar,” ujar Ipda Agus Sudaryanto Kanit
Turjawali Satlantas Polres Kediri.
“Kendaraan roda dua yang terjaring razia sudah
tidak standar. Ada yang mempergunakan ban cacing, knalpot brong, hingga tidak dilengkapi
surat tanda kendaraan bermotor. Bahkan motor yang diamankan di arena balap liar
ada yang masih gres. Meski demikian, polisi tidak pandang bulu. Semua motor
yang terjaring razia dibawa ke Polsektor Ngasem dan Polres Kediri, ungkap Ipda Agus
Sudaryanto.[tdk]

Comment

Rekomendasi Berita