by

Bantul Penghasil Bawang Merah Terbaik Di Daerah Istimewa Yogyakarta

RADARINDONESIANEWS.COM, YOGYAKARTA – Bantul merupakan penghasil utama bawang merah untuk wilayah DIY, yang mana setiap tahunnya Bantul panen ratusan hektar dan terbesar untuk wilayah DIY. Sebagai wilayah sentra bawang merah di DIY, bantul sangat diharapkan akan konsistensinya dalam produksi bawangmerah, oleh karenanya perlu di lakukan langkah langkah untuk menuju kearah tersebut yang mana antar kebutuhan petani (mendapatkan hasil dari budidaya) dan kebutuhan pemerintah (mencukupi kebutuhan masyarakat) dapat mencapai titik yang seimbang. Salah satu upaya dalam mempercepat uaya tersebut adalah dengan pengeloloaan benih bawang merah.

Dalam budidaya bawang merah, benih sangat penting tidak hanya sebagai komponen penentu keberhasilan dalam budidaya tetapi juga sangat mempengaruhi modal yang diperlukan dalam berbudidaya.

Benih masuk di dalam panca usaha tani maupun sabta usaha tani, yang artinya dalam setiap program pemerintah dalam bidang pertanian, benih selalu menjadi factor penentu keberhasilan dalam budidaya pertanian yang selalu diingatkan untuk diperhatikan dalam berbudidaya.

Benih yang baik bila diibaratkan dengan sama dengan bayi yang sehat, yang mana hal tersebut menggambarkan bila kita menggunakan benih yang baik maka pertumbuhan tanaman nantinya juga akan menjadi lebih optimal. Dalam budidaya bawang merah petani sering terhambat dalam pengadaan benih, hal ini terjadi karena petani tidak mempunyai kemampuan untuk memproduksi benih sendiri dengan baik atau keberadaan benih di pasar yang terbatas dan harga yang tinggi. Selain itu dengan adanya gangguan hama dan penyakit, alam (banjir) serta harga jual yang tinggi juga mempengaruhi ketersediaan benih ditingkat petani maupun kelompok tani.

Karenannya diperlukan upaya untuk menjaga ketersediaan benih ditingkat petani/kelompok tani dengan maksud agar nantinya disaat dibutuhkan, benih tersedia ditingkat petani/kelompok tani dan petani dapat dengan mudah mendapatkan benih tersebut. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah mendorong petani/kelompok tani untuk mengelola benih bawang merah agar nantinya petani/kelompok mampu menjaga ketersediaan benih bawang merah secara mandiri.

Dengan tersedianya benih bawang merah ditingkat petani/kelompok tani maka minat petani untuk menanam bawang merah selalu terjaga, mingingat kebutuhan terbesar yang riil dikeluarkan dalam budidaya bawang merah adalah dalam pengadaan benih. Dalam budidaya bawang merah dibutuhkan benih bawang merah 1 ton untuk setiap hektarnya (1ton/Ha), bila harga benih bawang merah Rp. 45.000,- maka untuk usaha tani bawang merah membutuhkan Rp. 45.000.000,- hanya untuk pengadaan benihnya saja.

Di saat panen tiba, bila harga benih tinggi ada kecenderungan petani mudah tergoda untuk menjual stok benih yang mereka miliki, sehingga natinya petani disaat tanam petani akan kesulitan dalam mendapatkan benih.

Hal inilah kiranya yang mendorong langkah – langkah kongkrit untuk menyelamatkan ketersediaan benih di setiap petani/kelompok. Dengan pengelolaan benih (bank benih), yang mana benih akan dikelola oleh kelompok dimaksudkan agar benih ditingkat kelompok selalu tersedia dengan selalu mendasarkan stok benih untuk kebutuhan tanam yang akan datang. Bank benih yang dikelola kelompok melakukan simpan pinjam seperti yang diberlakukan oleh bank hanya komoditasnya bukan uang melaikan benih. Sistem (aturan) yang diberlakukan sesuai kesepakatan anggota kelompok (cont: pinjam 1 kembali 2).

Keuntungan dengan bank benih adalah :perawatan benih terpadu, tidak perlu ada riil uang yang dikeluarkan untuk membeli benih dan  kebutuhan benih selalu terjaga serta  berkurangnya BEP dalam budidaya bawang merah.

Petani tidak lagi direpotkan dalam perawatan benih selama masa penyimpanan serta tidak perlu menyiapkan tempat di rumah sebagai tempat penyimpanan benih, rumah menjadi lebih bersih dan sehat. Bank benih kelompok bertanggungjawab dalam merawat benih yang disimpan dikelompok,. Benih di dalam bank benih akan di rawat oleh tenaga bank benih kelompok yang berpengalaman. Tersentranya benih memudahkan pengawasan dan pengendalian hama dan penyakit benih di gudang.

Dengan adanya Bank Benih Kelompok petani tidak lagi perlu membeli benih bawang merah dengan uang, cukup pinjam ke bank benih dan nantinya dikembalikan dalam ujud benih. Sehingga kebutuhan awal yang sangat besar untuk pengadaan benih dapat direduksi. Petani dimudahkan dan didekatkan dalam mendapatkan benih disaat akan tanam, karena tersedia di bank benih kelompok.

Bank benih kelompok melakukan pemetaan kebutuhan benih bawang merah anggotanya, sehingga berapa jumlah dan kapan diperlukan sudah terdata secara baik. Dengan demikian kebutuhan benih petani anggota akan selalu terpenuhi secara tepat.[Ivan]

Comment

Rekomendasi Berita