by

Berkat JKN-KIS, Sabarila Melahirkan Bayi Kembar 3, Ini Kisahnya

Sabarila pasca persalinan, foto bersama saudara dan ketiga bayi kembarnya.[Albert/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Kehamilan adalah sebuah anugerah terindah yang didambakan oleh setiap pasangan suami isteri. Bagi seorang ibu, mengandung artinya siap berkorban selama sembilan bulan sebelum anak lahir, sehingga sebelum dia lahir ke dunia, seorang ibu terbiasa untuk memberikan semua yang baik yang ada pada dirinya. Inilah yang sedang dirasakan oleh Sabarila Halawa, seorang ibu yang melahirkan bayi kembar tiga di RSUD Gunungsitoli, Senin (07/05).

Sabarila adalah Ibu dari 8 orang anak yang berprofesi sebagai petani di Desa Lewa-Lewa, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias. Sehari-harinya Sabarila dan suami harus berjuang untuk mengidupi 8 orang putra dan putrinya ditengah-tengah usia kandungan semakin tua. Menjelang proses kelahiran anak kembar tiganya, wanita berusia 37 Tahun ini mengaku bahwa keluarganya sangat tertolong dengan adanya program JKN-KIS. 
“Bagi saya, mengandung dan melahirkan artinya siap berjuang membesarkan serta menghidupi mereka. Mau tidak mau saya dan suami harus tetap bekerja demi menghidupi anak-anak sekalipun usia kandungan saya sudah memasuki bulan tua. Kami bersyukur, ditengah-tengah perjuangan untuk menghidupi keluarga, ada ratusan masyarakat Indonesia yang turut menolong kami lewat program JKN-KIS,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sabarila juga mengaku sangat terbantu dan sangat puas dengan pelayanan menggunakan kartu JKN-KIS. 
“Sewaktu saya memeriksakan kandungan saya kedokter, saya terkejut ketika diberitahu, saya mengandung 3 bayi kembar. Jujur awalnya saya berpikir bagaimana biaya persalinan yang akan saya jalani nanti, karena ada 3 bayi kembar yang akan saya perjuangkan. Tetapi saya ingat bahwa saya memiliki kartu JKN-KIS yang siap menolong saya dalam mengakses layanan kesehatan. Saya sangat bersyukur dengan adanya program JKN-KIS. Tidak dapat saya bayangkan berapa banyak biaya yang akan keluar apabila saya tidak menggunakan kartu JKN-KIS. Dengan penghasilan sebagai petani, tentunya kami akan sangat kesulitan.

Tetapi dengan terdaftarnya kami sebagai Peserta JKN-KIS, kami tidak dikenakan biaya apapun alias gratis. Betapa beruntungnya saya menjadi peserta JKN-KIS dan betapa beruntungnya negara ini dengan hadirnya program JKN-KIS. Tidak perlu ragu menggunakan kartu JKN-KIS, karena kami dilayani dengan sangat baik oleh petugas administrasi dan petugan medis. Tidak ada kendala yang berarti saat mendapatkan perawatan. Kami juga mendapatkan pelayanan yang adil tanpa merasa dibeda-bedakan sekalipun saya adalah peserta kelas 3,” pungkasnya.

Di akhir perbincangan, Sabarila menyampaikan harapannya terhadap program ini agar dapat terus berjalan demi menolong masyarakat. 
“Program ini sangat membantu bagi setiap orang yang membutuhkan layanan kesehatan, terlebih bagi kami yang sehari-hari bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak terlalu besar. Saya juga berharap agar seluruh masayarakat tidak jemu-jemu bergotong royong untuk program JKN-KIS yang semakin berkualitas. Tak lupa saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu saya dalam persalinan anak kembar 3 yang telah saya lahirkan dengan selamat, tandasnya. (Albert)

Comment

Rekomendasi Berita