by

Berlatar Teknik Sipil, Much Damar Sukses Dalam Usaha Bidang Pendidikan

Much Damar.[Au Yulia Yang/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Berawal dari sang paman yang mendidik di SMA semi militer di Indonesia, yang ingin bekerjasama untuk ekspansi ke kota Jakarta yaitu mendirikan bimbel dengan bermodalkan pertanyaan – pertanyaan dari tahun 2011 sampai 2014. Seorang lulusan S1 Teknik Sipil, sebut saja Much. Damar Tyasadi yang akrab disapa Damar, memulai menjadi pengusaha di bidang ilmu pengetahuan berupa bimbingan belajar. Pahit kehidupan sudah pasti dialami. Tahun pertama itu pahit sekali dirasakan. Peserta didik cuma sepuluh orang dan itu pun pengajaran secara private. Belum percaya diri karena hanya bermodal serentetan pertanyaan dan manajemen dengan diri sendiri mengembangkan. Begitu bercerita panjang lebar kepada wartawati Radar Indonesia News, Ayu Yulia Yang di tempat bimbingan belajar Nusantara Belajar yang terletak di Jalan Muhi Raya no. 1, Pondok Pinang, Jakarta Selatan pada Sabtu ( 13/4 ).
Lebih lanjut mengimbuhkan bahwasanya penamaan tempat bimbingan belajar setelah setahun berjalan menjadi Nusantara Belajar. Dari 10 peserta didik, sebagian berhasil. Kemudian ada peningkatan jumlah kualitas peserta didik lulusan bimbingan belajar.Tahun kedua, peserta didik ada 30 orang lebih dan 20 orang berhasil. Tahun demi tahun bertambah jumlah siswa. Ada dari Jayapura, Aceh, Jambi, Lampung, Sulawesi Selatan dan sebagainya. 
Pemilihan nama Nusantara Belajar memiliki arti luar biasa. Bahwasanya sang pemilik ingin memberikan sesuatu kepada nusantara. Ada hastagnya juga yaitu mendidik dan belajar dengan hati. Semua memang harus berawal dari hati dan tanpa keterpaksaan. Karena memang itu akan berbeda. 
Keterpaksaan yang menjadikan sebuah kesenangan dalam hati, mencoba menjalani dengan niat yang baik sehingga bisa menikmati dan mengerti ternyata lebih baik. Kenapa? Karena bisa berusaha dalam menciptakan generasi muda yang baik tanpa harus KKN. Dalam dunia kontraktor sesuai basic lulusan pendidikan memang dikenal dengan banyak intrik – intrik yang bertolak belakang dengan prinsip yaitu mencoba menjadi manusia yang bersih.

Penerapan itu sangat memperkuat dalam pemilihan pendidik berkualitas didalam tempat bimbingan belajar yang dirintisnya itu. Penerapan awal berupa tidak memperlakukan peserta didik layaknya sebagai pembatas antara pendidik dan peserta didik. Pendidik harus mampu memberikan pendidikan melalui pendekatan emosional dan menganggap peserta didik itu seperti anak sendiri. Suka bercengkrama dengan peserta didik. Peserta didik merasa seperti rumah sendiri. Kemudian, pria kelahiran Jakarta tahun 1980 menjadikan keluarga sebagai proses indikator penilaian terhadap evaluasi pendidik yang ada di tempat bimbingan belajar. Apa saja yang menjadi hal perbaikan dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar atau KBM.

Selama proses merintis, tidak ada namanya hidup berkesusahan dalam materi. Karena sejatinya dalam merintis bukan mengutamakan materi dalam proses awalnya sebagai sebuah bisnis. Sang pemilik Nusantara Belajar memang pernah menjalani berbagai kegiatan yang berbau namanya bisnis. Alhasil banyak kerugian materi dialami. Pernah mendirikan Perseroan Terbatas. Pernah mendirikan Commanditaire Vennotschap atau CV. Pernah mempunyai konsultan. Pernah mempunyai cluster di Tangerang kota dan kabupaten. Pernah mempunyai kavling dan perumahan di daerah Cikarang. Bisnis memang banyak dijalani. Berbisnis memang sudah mulai dicoba dari semenjak kuliah. Menjadi asdos juga pernah dijalani. Sempat main, sempat dapat nasakom, pada akhirnya mampu menyelesaikan gelar sarjana.
Nothing to lose untuk bisnis yang membuatnya bangkit kembali ketika terjatuh dalam kerugian materi. Pernah dirinya mencoba menjual mie ayam di depan stasiun Kebayoran Lama. Tapi memang dirasa bukan bidang dan rezekinya, tidak bertahan lama. Hanya berlangsung 3 sampai 4 bulan. Pernah berjualan warkop di pintu masuk Perbanas dan Lampiri Kalimalang. Tidak berjalan lama juga. Pernah juga bisnis batubara. Karena tidak memiliki kompetensi, mengalami kena tipu. 
Akhirnya setelah mengalami kerugian, mulailah berpikir rezeki dan jalan hidup seseorang itu tidak sama. Kesuksesan dalam bidangnya setiap orang berbeda – beda. Setelah sekian lamanya mencoba berbagai hal dalam bisnis, barulah menemukan format yang tepat yaitu membuka sebuah tempat bimbingan belajar. Basic Kalkulus itu ada ada untuk pengetahuan dasar SMA. Sehingga memang berhubungan dengan pendirian bimbingan belajar. Tapi, sedikit demi sedikit meninggalkan dunia kontraktor, memang lebih berfokus pada tempat bimbingan belajar. Karena bisa mencetak generasi – generasi kontraktor muda yang lebih jujur, baik segalanya dan konsisten. Untuk mendukung adanya hasil sedemikian diharapkan maka pendidik diberikan ramuan soal yang sekiranya bisa mengakomodir nalar dan logika peserta didik. 
Selain itu, untuk membangun mental kepribadian karakter kepada peserta didik, mencoba bekerja sama dengan para psikolog dan psikiater berupa bimbingan konseling. Sang pemilik mampu memberikan penilaian tertentu untuk pendidik untuk perbaikan. Bisa dilihat dari gesture, tata cara berbicara, tatapan mata, test psikotest dan sebagainya. Dulu, di dunia konstruksi banyak sekali bertemu dengan berbagai karakter orang dari beragam terlihat dalam negosiasi dan berbincang terutama dari kalangan pendidikan terendah seperti kuli bangunan sampai tertinggi seperti kedinasan.
Pengalaman paling teringat memang di dunia konstruksi. Diantaranya, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, proyek yang mana mendirikan sekolah dua lantai di kabupaten Tangerang tepatnya di Kiara Payung, kemudian sekolah tersebut mau dibakar. Padahal lagi proses finishing. Tanahnya masih bersengketa dengan pihak ahli waris. Mau menuntut tanahnya belum dibayar. Kemudian, pernah jalan akses masuk cluster diblok sama seseorang. Biasa ujung – ujungnya uang. [ Ayu Yulia Yang]

Comment

Rekomendasi Berita