by

Bersama Membangun Negeri dengan Manajemen Langit

Foto/Ayu/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Resi Krisnadianto, sebut saja namanya pria kelahiran tahun 1989 dengan putri semata wayang usia 12 tahun. Yang kini mulai memasuki dunia politik usai ayahnya bergelut menjadi aktivis sosial dan politik. Putra dari Kris Budihardjo ini sebenarnya berlatar belakang profesi wirausaha. Dirinya memulai usaha menciptakan produk salad buah. Produk yang berciri khas berbeda dari produk salad buah lainnya. Memang salad buah biasanya identik dengan mayonese dan yogurt. Tapi, dipadukan berbeda dari yang lain. 
Berawal dari kisah kehidupan, berat badan sudah berlebihan, hampir 85 kilogram. Ingin makanan yang sehat tapi bisa mengurangi berat badan. Akhirnya disarankan dari istri yang bernama Ranthi Turidamayanti untuk mengonsumsi variasi buah tapi diracik dengan eksperimen sendiri. Dari situlah, sepertinya cocok untuk dijual. Produk mulai dikenal dari mulut ke mulut. Taster food dari keluarga dan pihak terdekat. Terlihat memang seperti selalu suka dalam hidup. Padahal, banyak sekali dukanya yang dirasakan. Pernah ada saat produk tidak laku. Dulu juga pernah berjualan dengan open car. Tidak semudah dibayangkan untuk merambah bisnis ini dari tahun 2011. Kini, memang sudah banyak pemesanaan sampai lingkungan kementrian. Harga memang bisa dibilang terjangkau.
Berangkat dari sebuah motivasi, bukan dari siapa – siapa sebenarnya, tutur dari Resi kepada salah satu wartawati Radar Indonesia News di perumahan warga RW 08 Manggarai, Jakarta Selatan. Berawal, merasakan digusur sama petugas keamanan dan bertukar pikiran dengan beberapa organisasi. Terlihat nyata didepan mata bahwasanya perlakukan penggusuran sungguh parah dan terlebih barang pedagang kaki lima itu dihancurkan. Biasanya petugas keamanan mempermasalahkan jabatan apabila adanya campur tangan pihak luar dalam penghentian penggusuran. Dari situlah tergugah untuk memiliki jabatan karena ingin menempatkan pedagang kaki lima ke tempat yang lebih layak. 
Sementara itu, memang dari pihak keluarga sudah mengajarkan berorganisasi berulang kali. Tapi, keinginan untuk maju dalam dunia politik memang lebih kepada pribadi karena biasanya keterpaksaan apabila hanya sekadar dorongan dari keluarga. Hal ini benar adanya murni dari hati. Ingin membantu warga atau masyarakat, memajukan kota pada segi kebudayaan, perekonomian, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, bisnis dan sebagainya dalam berbagai aspek. Kebetulan memang sinkron visi misi antara latar belakang profesi sebagai businessman dengan anggota legislatif. Apalagi pada zaman pemerintahan presiden Joko Widodo sekarang ini, jaringan bisnis lebih terbuka luas. Dananya pun sudah tersedia. 
Berkeinginan kuat nantinya untuk memajukan SDM terlebih di kota Jakarta Selatan dalam hal UMKM, OKE OCE, Islamic Centre dan lain – lain dengan mencari lahan besar supaya semua bisa terwadahi dengan baik. Disamping itu ingin kembali membangkitkan gairah dalam kebudayaan yang dulu banyak dijumpai seperti event – event. Dengan metode blusukan yang memang terinspirasi dari Jokowi, merupakan wujud tindak nyata dan bisa bersosialiasi seperti berbaur dengan warga. 
Terlebih benar adanya dengan metode blusukan bisa menjadikan lebih merasakan kehidupan kalangan menengah ke bawah dan penyaluran apapun tersampaikan dengan baik. Kemudian, akan ada tindak lanjut pengadaan pelatihan kepada pengamen dan anak jalanan dengan kualitas diri yang bagus melalui penyaluran bakat keterampilan yang nantinya akan menjadi pekerjaan berpenghasilan. Pelayanan dengan jaminan kesehatan yang juga kurang mengenakkan itu akan diproses benar – benar agar warga atau masyarakat ikut merasakan kenyamanan sehingga tidak adanya kekuatan uang dalam kesenjangan sosial pada perlakukan.
Pemilihan kota Jakarta Selatan karena dari luar terlihat mewah dan megah. Padahal, perlu diketahui, kemegahan dan kemewahan diluar itu ada sisi miris yang perlu diperhatikan. Disini, contohnya pernah menjumpai salah satu fasilitas kesehatan yang tidak mempunyai ambulans. Kondisi fasilitasnya pun terbilang kumuh dan terlantarkan.  
Berkeyakinan yang tidak mungkin itu nyatanya bisa diwujudkan sampai akhirnya mencoba meraih yang namanya jabatan. Tidak instan. Selama ini mencoba apapun pada manajemen langit yaitu menyerahkan semua pada Tuhan sang pencipta untuk tidak terlalu sombong dan percaya diri. Mencoba ikhlas mengeluarkan tanpa mengharap yang membalas. Bisa menghargai juga terhadap alam semesta. Nantinya akan berujung pada terwujudnya sesuatu yang lebih daripada yang disangkakan. Itulah bekal untuk membangun negeri dengan manajemen langit karena sudah merasakan nikmat yang begitu besar yang didapatkan. [Ayu Yulia Yang]

Comment

Rekomendasi Berita