by

Berunjuk Rasa Di Depan DPR RI, Mahasiwa Tuntut Kembali Ke UUD45

Mahasiswa berunjuk rasa di depan DPR RI menuntut kembali ke UUD45 yang asli.[Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Belasan mahasiswa yang mengatas-namakan Kaum Muda Menggugat melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR /MPR RI,
Senayan Jakarta Selatan, Selasa (27/12). Dengan tagar “Kawula Muda Menggugat”, “Kaji Ulang UUD Amandemen”. Aksi dimaksud bertujuan menuntut kembali kepada UUD45 yang mereka anggap telah dilakukan perubahan.

“Revolusi belum selesai, dimana pemerintah kita saat ini berada diatas konstitusi yang salah,” demikian ungkap salah seorang aktivis mahasiswa itu dalam orasinya, Selasa (26/12).
Dalam aksi yang diikuti mahasiswa UI, UNAS, UBK, Mercubuana, UNIS dan Universitas Esa Unggul tersebut, para demonstran menyanyikan lagu nasional seperti Indonesia Merdeka, Halo-halo Bandung dan Darah Juang. Demonstrasi yang dlakukan mahasiswa tersebut bertujuan agar ada langkah untuk mengkaji ulang UUD 2002 yang sarat dengan amandemen yang tidak proporsional.
 
Mereka membentangkan spanduk bertuliskan, “Kemana UUD45 Asli?” dibarengi dengan menyebarkan selebaran yang berisikan ajakan kembali ke UUD45 yang asli.
Menurut Dwi Gema, salah seorang pengunjuk rasa, aksi yang pertama kali ini merupakan hasil kosolidasiasil dari beberapa
kampus yang berada di bilangan Jabodetabek,” ungkapnya lagi.
” Ini dalam rangka sosialisasi awal, kedepan akan diupayakan agenda menghadap dan menemui ketua MPR RI, Zulkifli Hasan,” jelasnya.
Lebih
lanjut, Farouk, salah seorang aktivis mahasiswa FT UI, mengungkapkan bahwa sejauh ini Undang-undang yang telah
diamandemen tersebut tidak sesuai dengan kiblat
bangsa yang menganut paham liberal kapitalis.
“Ini sangat mencekik rakyat. Untuk
itu kami di sini menyuarakan agar pemerintah mengembalikan arah bangsa dan kembali ke UUD45,” ungkap Farouk.
Karena
perjuangan kedepan menurutnya akan terus menerus dan akan terus melawan
serta mendesak supaya nantinya pihak DPR/MPR kembali ke UUD45 yang
asli.
Oleh para demonstran, UUD hasil amandemen 2002 dianggap
tidak Pro Rakyat dan hanya menguntungkan kaum Kapitalis.
 
“Maka itulah
kami kaum muda , mahasiswa peduli dan menyuarakan kepada anggota DPR/MPR agar mengkaji ulang dan mengembalikan arah bangsa sesuai dengan yang lebih baik. UUD2002 itu pro kapitalis dan tidak pro-rakyat. ” jelasnya.
“UUD45 sudah dirubah, tidak asli lagi dan yang ada UUD2002, maka itu menghimbau seluruh pejabat negara untuk mengkaji ulang.” Pungkasnya.[Nicholas]

Comment