by

BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli Luncurkan Mobile Screening

BPJS Gunungsitoli.[Marinus/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – Badan Penyelenggara Jamiman Kesehatan (BPJS) Cabang Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara luncurkan Mobile Screning pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile bertempat di Lasara Point Jalan Karet nomor 58, Selasa (01/02)
Peluncuran Mobile Screening tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias, Martin L. Harefa. Kadis Kesehatan pada penyampaiannya,  menyambut baik peluncuran Mobile Screening oleh BPJS, serta mendukung sepenuhnya karena hal ini merupakan inovasi dalam pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Rudhy Suksmawan Hardhiko pada penyampaian materi sosialisasi sekaligus peluncuran Mobile Screening bahwa penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner adalah beberapa penyakit kronis yang gejalanya sering diabaikan, karena pada fase awal umumnya tidak merasa terganggu. Namun, penderita baru sadar setelah mencapai fase lanjut, maka dengan itu demi meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola penyakit kronis tersebut, BPJS kesehatan meluncurkan layanan mobile skrining.
“skrining riwayat kesehatan merupakan penambahan fitur di aplikasi BPJS kesehatan Mobile. Jika sebelumnya pesrta JKN-KIS hanya dapat melakukan skrining secara manual di kantor cabang BPJS kesehatan atau mitranya, maka melalui fitur skreening riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS kesehatan Mobile dapat melihat potensi risiko kesehatannya yang bisa diakses di handpohne” Ujar Rudhy Suksmawan Hardhiko.
Lebih lanjut Rudhy Suksmawan Hardhiko menyampaikan, bahwa peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS kesehatan Mobile di Google Play Store, lalu melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang diperlukan. Selanjutnya setelah terdaftar lalu mengklik tombol log in dan memilih menu Skrining Riwayat Keshatan. Kemudian, peserta diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktifitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap serta riwayat penyakit dalam keluarga termasuk pola makan. Apabila semua pertanyaan telah terjawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan saat itu juga.
Apabila peserta memiliki risiko rendah, maka disarankan menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin, minimal 30 menit/hari. Tapi jika hasil skrining mendeteksi potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder dan diarahkan untuk mengunjungi Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar guna memperoleh tindaklanjut pengecekan gula darah puasa dan gula darah prandial. Bilamana peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi, baik hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner maka disarankan untuk konsultasi ke FKTP.
Seterusnya apabila sebuah FKTP ditemukan banyak peserta dengan risiko mengidap diabetes melitus yang tergolong dalam kategori sedang atau tinggi, maka FKTP dapat melaksnakan edukasi kesehatan dan pembentukan klub risiko tinggi (risti) terhadap sejumlah pesrta JKN-KIS bersangkutan.
Berdasarkan data yang ada sepanjang tahun 2016, BPJS Kesehatan telah melakukan skrining riwayat kesehatan terhadap peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia dengan hasil untuk kategori penyakit diabetes melitus terdapat 702.944 peserta berisiko rendah, 36.225 berisiko sedang, dan 651 peserta berisiko tinggi.
Sementara untuk kategori penyakit hipertensi, 632.760 berisiko rendah, 104.967 berisiko sedang dan 2.093 peserta berisiko tinggi. Sedangkan di kategori ginjal kronik, sebanyak 715.682 didiagnosa memiliki risiko rendah, 23.307 berisiko sedang dan 831 pesrta berisiko tinggi. Dan yang terakhir untuk kategori jantung koroner, sebanyak 680. 172 berisiko rendah, 57. 692 berisiko sedang dan 1. 956 peserta berisiko tinggi.
“Atas peluncuran fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile (mobile skrining) yang praktis ini, diharapkan peserta JKN-KIS dapat lebih awre untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya. Karena semakin dini mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat upaya pengelolaan risiko itu dilakukan, sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun dan efek jangka panjangnya adalah menurunnya pembiayaan keempat penyakit kronis tersebut. sehingga program JKN-KIS terus berjalan memberikan manfaat bagi peserta yang membutuhkan” Pungkas Rudhy.
Pada acara peluncuran fitur Mobile Screening tesebut turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias, serta beberapa SKPD lainnya dari Kabupaten Kota se- Kepulauan Nias dan sejumlah peserta lainnya dari berbagai badan usaha.(Marinus)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 − 2 =

Rekomendasi Berita