by

Cak Nun Sayangkan Rencana Tandingan Aksi 212 YPP Bentukan Hary Tanoe

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Banyaknya pesantren dengan sarana-prasarana memprihatinkan, mendorong
lahirnya Yayasan Peduli Pesantren (YPP). Yayasan ini diresmikan di MNC
Financial Center, Jakarta pada Minggu (4/12/2016) dengan tujuanmembantu
pembangunan pesantren di seluruh Indonesia.
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang mendirikan YPP, menargetkan
dana lebih dari Rp 500 miliar untuk disalurkan ke pesantren-pesantren
dalam waktu dekat. Yayasan ini secara resmi diluncurkan di Gedung MNC
Financial Center, Food Court lantai 5, Jl. Kebon Sirih No. 21-27,
Jakarta Pusat.
Hary Tanoe menjelaskan, yayasan yang didirikannya itu sebagai upaya
untuk mendukung serta membantu seluruh pembangunan sarana dan prasarana
pesantren yang ada di Indonesia. Sebagai langkah awal, Hary Tanoe dan
mitra MNC menyuntikkan dana sebesar Rp 2 miliar.
Langkah pertama yang akan dilakukan YPP ini adalah mengadakan acara
tandingan melawan aksi 212 di Jakarta. Ketua Dewan Pembina YPP, KH Said
Aqil Siroj dengan anggota Prof Mahfud MD, Habib Achmad Djindan,
Hajriyanto Y Thohari, dan Ahmad Rofiq, sudah menggalang massa dari
berbagai pesantren di Jawa Timur (Jatim).
Muhammad Ainun Najib yang dikenal sebagai Emha Ainun Najib atau Cak
Nun, pada hari ini, Selasa (6/12/2016) mengungkapkan, dia sangat
menyayangkan aksi tandingan YPP melawan Aksi 212 yang berjalan tanpa
anarkis itu. Dari berbagai pesantren di Jatim ditargetkan 60.000 orang.
Dari informasi yang disampaikan Gus Nanang salah seorang
pengurus pesantren, saya mendapatkan informasi bahwa seluruh kecamatan
dan kabupaten di Jatim disediakan bus gratis sebagai enam buah,
” kata Cak Nun.
Panitia sudah mulai mendaftar. Acaranya dengan modus bela NKRI
seperti yang dilakukan pada 412 (4 Desember 2016) lalu di CFD Jakarta.
Gus Nanang meminta agar yang memiliki keluarga dan family yang mengikuti
acara pada 10 Desember 2016 itu agar membatalkan niatnya,
” kata Cak Nun, mengutip pernyataan Gus Nanang.
Berikut susunan pengurus Yayasan Peduli Pesantren:
Dewan Pengawas
Ketua: KH Salahudin Wahid
Wakil Ketua: Liliana Tanoesoedibjo
Anggota: Prof Firmanzah, Yamin Tawari
Dewan Pembina
Ketua: KH Said Aqil Siroj
Anggota: Prof Mahfud MD, Habib Achmad Djindan, Hajriyanto Y Thohari, Ahmad Rofiq
Dewan Pengurus
Ketua Umum: Hary Tanoesoedibjo
Wakil Ketua Umum: Abdul Khaliq Ahmad
Sekretaris Umum: Fatur Rahman
Bendahara Umum: Stien Maria Schouten.[tb]

Comment