by

David Richardo Wong : Tidak ada Niat Merendahkan Martabat Perempuan Nias

Darius A. Zebua, S.H.
RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – David Richardo Wong alias David 31 tahun dalam kapasitasnya sebagai seniman di bidang photography, menanggapi komentar postingan an. Agus Hardiyan Mendrofa dan pengguna medsos lainnya tanggal 3 March 2016 at 21:57: 00 WIB pada akun medsos Fb miliknya yang menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat khususnya masyarakat Nias yang belakangan ini cukup menarik perhatian sejumlah warga, sehingga apabila dimaknai dari sudut pandang secara negatif maka dapat berakibat fatal khusunya yang menyangkut keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat selaku sesama Warga Negara Indonesia.

Kepada Radarindonesianews.com, Rabu (16/3) di kediamannya di Gunungsitoli, David Richardo Wong dengan penuh kerendahan hati menceritakan bahwa dirinya’sama sekali tidak punya rencana ataupun niat untuk merendahkan martabat perempuan Nias karena dia juga dilahirkan oleh perempuan dan sekarang hidup di tengah-tengah masyarakat Nias. David pun mengakui secara jujur bahwa dirinya sama sekali  tidak memiliki niat seperti apa yang dituduhkan.
 
’’Apa yang harus dipermasalahkan di sana? Postingan David Richardo Wong hanyalah kata-kata dari sudut pandang sebagai seorang seniman dan photography, kalaupun dikaitkan dengan Undang-Undang Pornografi saya pikir jauh tidak ada hubungannya karena photo tersebut benar adanya sesuai dengan zaman nenek moyang kita, lalu kalau dari sudut pandang merendahkan martabat perempuan Nias, saya pikir David Richardo Wong juga tidak ada niatnya untuk itu. Kalau kita mau jujur, justru teman-teman yang kontra David Richardo Wong, merekalah yang sebenarnya – langsung atau tidak langsung, merendahkan martabat perempuan Nias.” Ujar Darius A. Zebua S.H, menanggapi permasalahan tersebut.

Di ruang kerjanya, Kamis (17/3) Pdt. Yaaman Zega, S.Th.M.Min, Rohaniawan di lingkungan Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) juga memberi tanggapan terkait postingan tersebut. 
 
“Kembali ke sudut pandang masing-masing peribadi. Ibarat melihat bulan di langit dari sisi sudut pandang yang berbeda tentunya kelihatannya bisa berbeda, yang artinya bagaimana kita memaknai atau menafsirkan tentang arti yang sebenarnya, akan tetapi kalau sudut pandang yang berbeda dalam arti sudut pandang positif tentu hasilnya positif seperti niat David RW itu sendiri yang berpikir dari sisi sebagai seorang seniman Photography.” Ujar Pdt. Yaaman Zega, S.Th.M.Min kepada radarindonesianews.com.

Komentar dan tanggapan seputar postingan “Perempuan Nias” yang menjadi pro kontra di masyarakat itu juga diungkapkan Ama Pristin Duha Warga Nias Selatan,  Kamis (17/3).
 
“Menurut hemat saya, kata dan kalimat tidak menunjukkan adanya tujuan dari David RW untuk melecehkan atau merendahkan martabat perempuan Nias, malah beliau menganggap hal itu sebagai lelucon dari yang bersangkutan menanggapi postingan Agus Hardiyan Mendrofa.
 
Hal senada diungkapkan Pastor Yohanes Maria Hammerle, OFMCap, Rohaniawan Katholik yang juga budayawan,  yang memahami banyak tentang budaya Nias. 
 
“Terkait photo postingan Agus Hardiyan Mendrofa yang di tanggapi oleh David RW itu  benar adanya di zaman pemerintahan Belanda. Awalnya pemerintahan Belanda di Gunungsitoli Tahun 1903-1908 dipimpin oleh seorang Schroder dengan jabatan saat itu sebagai kontroler yang merupakan nama jabatan dalam pemerintahan belanda, yang mencakup wilayah dari Gamo sampai ke Idanoi.” Ujar Pastor Yohanes.
 
Terkait foto, kata dan kalimat postingan dari seorang David RW, Rohaniawan/ Budayawan ini menanggapi kalau kata dan kalimat dimaksud (postingan David RW) yang artinya hanya sekedar lelucon saja.

Pastor Yohanes juga menghimbau masyarakat Nias untuk tidak terprovokasi dengan isu negatif oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab karna dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. (ALIM)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + eighteen =

Rekomendasi Berita