by

Demo, Ratusan Nelayan Sambangi Kantor Bupati Dan DPRD Kotabaru

RADARINDONESIANEWS.COM, KOTABARU – Ratusan nelayan gabungan dari  Kabupaten Kotabaru dan Tanah
Bumbu menggelar aksi unjuk rasa . Mereka menuntut  aparat Kepolisian
menghentikan razia kepada nelayan tradisional dan meminta pemerintah
segera memberikan alat tangkap baru.

Pendemo memulai aksi unjuk rasa mendatangi kantor Bupati Kotabaru.
Mereka berniat bertemu langsung dengan Bupati dan wakil Bupati.
Berhubung Bupati sedang ke luar Kota, massa pun bergerak melanjutkan
aksinya menuju kantor DPRD  hanya berseberangan dengan kantor Bupati.

Pendemo pun kembali berkumpul di depan kantor Wakil Rakyat tersebut.
Sambil berorasi meminta para Wakil Rakyat menemui dan menanggapi
aspirasi mereka.

Salah seorang Perwakilan nelayan Usman pahero meminta aparat penegak
hukum dalam hal ini pihak kepolisian Kotabaru untuk menghentikan aksi
razia mereka kepada nelayan tradisional.

Menurut Usman , yang Seharusnya ditangkap itu mereka para Ilegal Fishing, Ilegal Logging  dan Pungli.

Tak sepantasnya mereka ini ditangkap , mereka hanya nelayan tradisional .
Tegas Usman Pahero di depan Kantor DPRD Kotabaru. Senin 24 Oktober
2016.

Lebih lanjut Usman mengatakan , dalam Peraturan Menteri ( Permen )   No 2
Tahun 2014 dicabut  dan ditinjau kembali ,kementrian perikanan melalui
dirjen alat tangkap mengatakan bahwan akan mencari alat tangkap
pengganti yang baru bagi nelayan. Tapi sangat disayangan sampai saat ini
belum juga direalisasikan.

Ia juga mengingatkan kembali arahan Presiden Joko widodo ( Jokowi ) saat
kunjungan hari nusantara beberapa waktu lalu. Bahwa nelayan kecil 10 GT
kebawah boleh menggunakan alat tangkap apa saja tanpa izin kecuali
surat kepemilikan kapal. Dan Kementrian sudah mengeluarkan surat
edarannya

” saya khawatir surat ederan ini tidak sampai ke tangan Gubernur ,
Bupati atau pihak berkompeten berwajib dalam pelaksaan penegakan hukum .
Ujar Usman Pahero.

Usman juga meniliai aparat penegak mengalami kemunduran, karena hanya
menangkap nelayan tradisional seharusnya yang ditangkap adalah para
nelayan besar yang Ilegal Fishing.

” Tidak ada instruksi dari Kapolri , Hey Pak Polisi tangkap itu nelayan
trdisional, tidak ada seperti itu. Yang ada tangkap itu pelaku Ilegal
Fishing . Tegas Usman kembali.

Tak berselang lama berorasi perwakilayan nelayan pun dipersilahkan masuk ke kantor DPRD.( hsy) 

Comment

Rekomendasi Berita