![]() |
| Direktur Perencanaan Strategis dan Operasi USAID Biro Asia, Jeff Cohen saat kunjungi UIN Sunan Ampel.[Kholil/radarindonesianews.com] |
“Saya melihat perkuliahan bagi mahasiswa calon guru di UINSA memperlihatkan model yang baik bagi mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran aktif. Para mahasiswa tampak terbiasa melakukan kegiatan di kelompok-kelompok kecil, lebih banyak berdiskusi, praktik, mengembangkan hasil karya kreatif, dan universitas ini juga mengembangkan program untuk meningkatkan pengajaran membaca di sekolah-sekolah,” kata Jeff Cohen di sela-sela kunjungannya.
“UINSA berada di jalur yang benar untuk mempersiapkan guru berkualitas di masa depan. Mahasiswa calon guru akan lebih siap untuk menerapkan pembelajaran aktif dan mengoptimalkan potensi murid mereka,” tambahnya.
Sejak kemitraan dengan USAID, UINSA telah melatih lebih dari 50 dosen dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) dalam menerapkan perkuliahan dengan pendekatan aktif. Beberapa dosen UINSA juga mengambil bagian dalam kegiatan penelitian dua bulan pada Januari-Februari 2016 untuk belajar tentang pengembangan program praktik mengajar bagi mahasiswa calon guru di Michigan State University (MSU) di Amerika.
Rektor UINSA, Prof Dr H Abd MAg, mengatakan bahwa kerja sama antara UINSA dan USAID telah membantu para dosen untuk meningkatkan kualitas perkuliahan mereka dalam mempersiapkan calon guru yang profesional. “Kami optimis bahwa pendekatan perkuliahan yang kreatif, inovatif, dan lebih banyak praktik dapat memenuhi pendidikan yang berkualitas dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di universitas ini,” katanya.
Terkesan dengan Pembelajaran Aktif di SDN Sumbergondo 2 Batu
SDN Sumbergondo 2, merupakan salah satu sekolah dari 40 sekolah yang mendapat bantuan pelatihan dan pendampingan pembelajaran, manajemen sekolah, dan budaya baca dari USAID. Termasuk bantuan lebih dari 22.000 buku bacaan berjenjang ke 37 SD/MI yang digunakan untuk meningkatkan minat dan keterampilan minat baca siswa kelas awal. Setiap sekolah mendapat lebih dari 600 buku bacaan berjenjang tersebut.
Menurut Sri Winarni, Kepala SDN Sumbergondo 2, sebelumnya para guru dalam mengajar lebih banyak berceramah, menulis di papan tulis, dan tidak ada kegiatan yang menunjukkan siswa aktif. ”Sekarang semua guru sudah menerapkan pembelajaran aktif dan memfasilitasi siswa untuk belajar dengan lebih banyak melakukan percobaan, memecahkan masalah, menghasilkan karya kreatif, dan berani berpresentasi,” kata Sri.
Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso, menyebut kerja sama dengan USAID telah berhasil meningkatkan kualitas pendidikan dasar di daerahnya. “Pemerintah Kota Batu siap mendukung keberlanjutan program USAID PRIORITAS. Kami berharap kerja sama ini dapat dilanjutkan dan dikembangkan ke banyak sekolah lainnya,” kata Punjul.[Kholil]












Comment