by

DPD Golkar Jakarta Timur Gelar Musda IX

Musda Golkar Jakarta Timur IX.[Harto/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA  – Sebagai bentuk penerus tonggak kepemimpinan bagi kaderisasi partai, DPD Golkar Jakarta Timur menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IX Partai Golkar yang di gelar di Wisma Tanah Air Jakarta, pada Sabtu (13/5/2017).Tekait dengan hal itu, Ketua Demisioner H Tandanan Daulay memutuskan tidak bersedia dipilih kembali.

Pe!ilihan Ketua baru bagi DPD Tingkat II Partai Golkar Jakarta Timur akan di tentukan oleh suara dari Pengurus Golkar di 10 kecamatan, masing-masing 1 Suara, Ketua Demisioner 1 Suara, Perwakilan Golkar DPD DKI Jakarta 1 suara, dan perwakilan dari Organisasi sayap 1 suara. Perwakilan organisasi Pendiri Golkar yakni Soksi, Kosgoro, dan MKGR 3 Suara. Dengan demikian total suara yang akan menentukan pemimpin baru Ini berjumlah 16 Suara.

Sebelumnya Panitia menyebutkan ada Tiga calon kuat sebagai Ketua Golkar DPS Tingkat II, yakni, H Taufik Askar, Drs Fauzan MM, dan Yudhistira Hermawan Ramadani

Namun jelang pemilihan, Yudhistira menyatakan mundur dari pencalonan dengan alasan demi untuk soliditas kepemimpinan Golkar di masa depan. “Demi untuk soliditas Golkar kedepannya, saya memilih mundur dari pencalonan ini.” Tegas Yudhistira.

Alhasil hanya ada 2 calon kuat, yakni H Taufik dan Drs Fauzan. Sementara Proses pemilihan Ketua baru bisa ditentukan setelah Laporan Pertanggungjawaban Ketua Demisioner diterima oleh seluruh perwakilan Pengurus Kecamatan (PK).

Dalam pandangan umumnya, Ketua Demisioner Tandanan Daulay mengatakan siap membantu kepengurusan yang baru dalam hal tertib adminiatrasi dan database yang dibutuhkan Pengurus baru ke depannya.

“Kita berharap ke depan supaya pimpinan Golkar DPRD dan DPD di tingkat Dewan bisa direbut oleh Golkar.” Ujar Tandanan Daulay.

Jika selama ini Golkar terus memimpin Legislatif, baik DPR, DPRD, maupun DPD MPR RI, dan hanya lolos pada pemerintahan Jokowi, maka Golkar Berharap dengan pergantian pemimpin di tiap-tiap DPD tingkat II akan menentukan kekuatan di masa depan yang kembali menjadi pimpinan politik di Indonesia. Hingga berita ini dirilis, proses pemilihan masih berlangsung. (Hrt)

Comment