by

Dwi Rahayuningsih: Wanita Cantik Penghuni Surga

Dwi Rahayu, Penulis
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Cantik adalah dambaan setiap perempuan. Untuk bisa tampil cantik seseorang rela merogoh kocek dalam-dalam. Bahkan ada yang rela mengubah bentuk asli wajahnya hingga operasi berkali-kali. Semua jalan ditempuh, mulai dari perawatan secara alami yang masih aman hingga perawatan modern bahkan berbahaya bagi kesehatan.

Tidak sedikit perempuan yang justru kehilangan kecantikannya demi untuk tampil maksimal. Semua betuk tubuh diubah, hingga lupa bahwa cantik yang sesungguhnya bukan dengan penampilan fisik. Ia lupa bahwa tubuh ini adalah anugerah dari Sang Pencipta. Sehingga wajib disyukuri apa adanya. Merubah bentuk fisik sama saja dengan meningkari penciptaan Allah swt.

Definisi Cantik Menurut Islam

Cantik tidak hanya dinilai dari fisik. Karena cantik secara fisik bersifat subjektif. Setiap orang memiliki kriteria tersendiri dalam hal kecantikan fisik. Bisa dikatakan cantik sebagai sesuatu yang indah dipandang mata. Allah sendiri sangat menyukai keindahan. “Allah itu indah dan menyukai keindahan.”

Wanita cantik dalam Islam tidak dinilai dari bentuk fisik, namun dari apa yang terpancar dari akhlaknya. Akhlak yang merupakan buah dari keterikatan wanita terhadap hukum syara’. 

Dari Abu Hurairah ra berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam telah bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.”

Jika Allah saja tidak memandang rupa, lalu untuk apa kita menghalalkan segala cara untuk tampil cantik? Padahal kecantikan fisik itu sesungguhnya banyak fitnah. Justru kecantikan yang terlalu ditonjolkan tanpa memandang syari’at, maka akan berbuah tindak kejahatan. Buktinya banyak sekali wanita-wanita cantik yang menjadi korban kejahatan.

Islam sangat memuliakan wanita. Bukan dari segi fisik, namun dari sisi ketakwaannya kepada Allah. wanita saleha yang bertakwa inilah yang mendapat gelar sebagai perhiasan dunia. Rasulullah SAW bersabda:

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalehah” (HR. Muslim).

Sebagai perhiasan dunia, sudah tentu wanita shaleha memiliki keistimewaan. Allah telah menjanjikan surga bagi wanita-wanita istimewa yang mampu menjaga dirinya. Dalam hadist Rasulullah SAW bersabda:

“Dari Abu Hurairah RA, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, apabila seorang wanita telah melaksanakan salat lima waktunya, menjalankan puasa, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, maka dia akan masuk surga dari pintu manapun yang disukainya.” 

Sungguh suatu keistimewaan yang tidak diberikan kepada siapapun selain kepada wanita salehah yang menjaga dirinya dari pandangan-pandangan nakal lelaki lain. Dia peruntukkan dirinya hanya untuk suaminya. Sehingga tidak penting baginya untuk menampakkan kecantikan fisiknya kepada lelaki lain apalagi mengumbarnya dengan sukarela. 

Islam memandang bahwa kecantikan wanita tidak pantas untuk diumbar dan diagung-agungkan. Karena cantik, jelek, hitam, putih, keriting, lurus, dan bentuk fisik lainnya adalah qadlo Allah yang harus diterima. Kelak hal itu tidak akan dihisab oleh Allah. Jadi tidak ada gunanya mengeluarkan banyak uang untuk mengubah ciptaan-Nya, karena hanya akan mendapatkan kesia-siaan dan dosa semata.

Justru cantik dalam pandangan Islam adalah, ketika seorang perempuan mampu menjaga pandangannya, kemaluannya dan menutupi seluruh perhiasannya kecuali yang biasa Nampak. Sebagaimana telah dijelaskan dalam al-Qur’an surat an-Nur ayat 31 yang artinya:

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa Nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,….” (QS. An-Nur:31)

Jika ia mampu menjaga kecantikannya demi untuk mematuhi perintah Allah, maka niscaya balasannya adalah surga. Allah juga mewajibkan kepada para perempuan untuk memakai jilbab, sebagaimana dalam firmannya:

“Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak perempuanmu, dan perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenal dan tidak diganggu.” (QS. Al-Ahzab:59)
Itulah wanita-wanita cantik penghuni surga. Yang dengannya parabidadari surga cemburu padanya. Tidakkah surga adalah tujuan akhir dari hidup manusia? Siapakah kiranya yang ingin menjadi wanita cantic penghuni surga? []

Comment