by

Nunik Utama: Ulama yang Tergadaikan

Nunik Utami, Penulis
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ulama sejatinya dibutuhkan kehadirannya dalam pencerahan masyarakat. Mengubah kondisi tidak tahu menjadi tahu. Menunjukkan yang benar dan salah. Dengan batas-batas yang jelas dan tidak samar.

Geliat kesadaran beragama memang diakui kian kental saat ini. Pengerahan massa pun tak lagi sebatas iming-iming harta atau sekedar nasi. Mereka serentak bergerak karena ulamanya yang meminta. Potensi ini tercium kuat oleh para penguasa dan pengusaha. Dan pantang dilewatkan begitu saja oleh mereka. 

Aroma pilkada dan pilpres yang juga menguat menjelang 2019 ini, segera menggenggam erat para tokoh ulama. Berharap massa yang mengular di belakang mereka akan mudah untuk mengikuti titahnya.
Jargon stop politisasi agama dan ulama kian tak terdengar. Justru sebaliknya, ramai-ramai diadakan kunjungan ke pesantren dan “sowan” pada ulama.
Sayangnya ulama yang kritis dipastikan melunak setelah makan siang. Ulama yang tergadaikan. Yang tak lagi mampu menjadi penyambung lidah umat. Justru tak malu menyebarkan doktrin baru, Islam Nusantara.

Namun selalu ada ibroh di balik ujian. Umat terlihat kian cerdas, kian selektif memilih ulama. Ulama yang hakiki, pewaris para nabi. Tak tergadai oleh makan siang. Yang siap menegakan kebenaran dari Sang Pencipta. Tak takut cela dan tak harap tinta. []

Nunik Utami, Bogor

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 19 =

Rekomendasi Berita