by

Fathurozi: Sejak Adanya Proyek Reklamasi Kini Nasib Nelayan Tidak Jelas

Ilustrasi Reklamasi Pantai Utara Jakarta. [Foto/isamas54]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Warga Kampung Akuarium, Jakarta Utara yang mencari nafkah dengan menjadi nelayan, kini tak lagi bisa melaut. Menurut salah seorang nelayan, sekarang hasil yang didapat tidak lagi sebanding dengan modal yang di keluarkan nelayan, bahkan mereka merugi.

Menurut Fathurozi (48), salah satu warga Kampung Akuarium yang berprofesi nelayan mengatakan, sejak adanya reklamasi, para nelayan yang hendak melaut harus mengeluarkan modal yang lebih besar, namun, hasil yang didapat sangat jauh berkurang, akibatnya mereka pun merugi.

“Kami bukan gak mau melaut lagi, karena melaut butuh modal untuk beli bahan bakarnya aja udah mahal, ngelaut jauh jauh balik gak bawa hasil, masih mending dapet tangkapan, nah ini seringnya malah minus hasilnya. Kami modal 700 ribu, pulang gak bawa ikan atau kerang jadi buat apa, kan rugi nelayan,” tuturnya saat di temui di rumahnya di Pasar Ikan, Kampung Akuarium RT 12, Penjaringan, Jakarta Utara, Ahad (22/10).

Menurutnya lagi, para warga yang dahulunya berprofesi sebagai nelayan, kini nasibnya tidak jelas sejak adanya proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Banyak nelayan yang akhirnya terpaksa memilih alih profesi.

“Sejak reklamasi para nelayan banyak yang milih jadi buruh serabutan, kayak penjaga keamanan atau tukang parkir. Ya semua itu untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup sehari hari keluarganya,” pungkas Fathurozi.  (Goesti)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + 15 =

Rekomendasi Berita