by

Front Aliansi Rakyat Bersatu Tuntut Australia Minta Maaf Kepada Indonesia

Front Aliansi Rakyat Besatu saat demo di kedubes Australia.[Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Untuk kedua kalinya, Front Aliansi Rakyat Bersatu gelar aksi demo di Kedubes Australia, Kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/1). Aksi demo di kedubes tersebut dipimpin Diko Nugraha.
Dalam kesempaan aksi itu, Diko
Nugraha menyampaikan, Australia sampai saat ini tidak pernah menunjukkan itikad
baik pada Pemerintahan Indonesia. Aksi demo disebabkan pihak militer Australia yang telah menghina Pancasila.
“Kami siap dukung Panglima TNI mengambil sikap tegas terhadap Australia dan mendesak presiden RI segera memutus seluruh hubungan kerjasama dengan Australia bila perlu, nyatakan perang.” Ujarnya.
Hal
ini, merupakan sebuah bentuk penghinaan terhadap
seluruh rakyat Indonesia. Sebagai rakyat yang cinta dan bangga
menjadi bahagian NKRI mengambil sikap tegas guna mendorong Pemerintah agar segera mengambil langkah-langkah kongkret terhadap Pemerintah
Autralia yang beberapa kali melakukan pelanggaran kode etika berbangsa dan bernegara.
Aksi demo di depan Kedubes Australia yang dimotori Aliansi Gerakan Nasional Untuk Merah Putih yang terdiri dari elemen masyarakat Forum Syuhada Indonesia,
SBSI 1992, Gerakan Pemuda Islam, Gerakan Pemuda Ka’bah antara lain mendesak Pemerintah Australia untuk meminta maaf
secara terbuka kepada seluruh Rakyat Indonesia atas kesalahan yang telah
diperbuat oleh Militer Australia.
Aksi itu juga menuntut Australia bertanggungjawab atas gerakan Provokssi dan Gerakan
Separatis di Wilayah NKRI dan mendesak kepada Presiden RI untuk memutuskan seluruh hubungan kerjasama
dengan Pemerintah Australia dan apabila perlu menyatakan perang.
 
Aksi demo mendukung Panglima TNI dan Menhan untuk melakukan langkah-langkah
konkret dengan berani dan tegas dalam menjaga harkat dan martabat bangsa
Indonesia. dan meminta dengan segala hormat agar kedubes Australia beserta jajarannya angkat kaki dari Indonesia dan pulang kampung ke negeri Kangguru.
 
Para pendemo menghimbau kepada seluruh rakyat Indoensia untuk menggaungkan kembali
semboyan perlawanan kita “Merdeka atau Mati” Allahu Akbar! Allahu
Akbar![Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita