by

Ganti Ketum, Elektabilitas Golkar Stagnan

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Usai Airlangga terpilih sebagai ketua Umum Partai Golkar, Elektabilitas golkar stag, sebagaimana hasil Survei Charta Politika Indonesia.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya dalam Rakernas Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (23/3/18).
“Dengan survei yang dilakukan, ada hasil yang sedikit berbeda,” kata Yunarto.
Yunarto pun memaparkan hasil survei Charta Politika Indonesia tentang elektabilitas Golkar yang dilakukan dalam rentang Maret 2017-Januari 2018.
Berdasarkan survei itu, Golkar pasca munaslub belum membawa hasil yang menggembirakan.
Survei itu menunjukkan elektabilitas Golkar pada Maret 2017 sebesar 12,1 persen, kemudian September 2017 sebesar 10,8 persen, dan Januari 2018 di angka 12,5 persen. Kemerosotan angka sebesar 2 persen di bulan September 2017 terjadi setelah Novanto ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Juli 2017.
Golkar pun kemudian menyelenggarakan munaslub pada Desember 2017. Munaslub menyepakati Airlangga Hartarto sebagai Ketum Golkar yang baru.
“Golkar saat ini stagnan. Karena selisihnya saat ini masih dalam rentang margin of error. Kalau saya bilang Golkar berhasil bangkit, saya bohong sebagai peneliti,” kata Yunarto.
Meski tren menunjukkan stagnasi, Yunarto kagum terhadap Golkar yang tak mengalami keterpurukan ketika diterjang oleh isu tak sedap. Yunarto mengakui Golkar sebagai partai yang berpengalaman dalam menghadapi berbagai isu.
Untuk mendongkrak elektabilitas Golkar, dirinya menyarankan Golkar tak malu-malu menyuarakan dukungan untuk Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.
“Dengan cara itu, Golkar bisa meraup suara di Pileg 2019, yang dilaksanakan serentak dengan pilpres. Tak usah takut menautkan diri dengan Jokowi sebagai capres terkuat.”[far]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − 9 =

Rekomendasi Berita