by

Hamsina Halisi Al Fatih: Semangat Juang Kembalikan Kejayaan Islam

 Hamsina
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sebagian kaum muslim menganggap bahwa 3 Maret bagaikan hari-hari seprti biasanya. Tapi tahukah 3 Maret tersebut merupakan sejarah kelam bagi umat Islam? Tepat di 95 tahun runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyah, sejarah kelam itu menghasilkan virus-virus mematikan yang bersarang di tubuh kaum muslimin.
Masuknya paham nasionalisme yang ditanamkan ke dalam pemikiran umat Islam oleh kafir penjajah membuat tersekat-sekatnya seluruh negeri-negeri Islam yang pernah bersatu di bawah naungan Khilafah.
Tak hanya itu, suntikan kafir penjajah yang menyebarluaskan ideologi kapitalismenya bersama sistem busuk demokrasi membawa umat Islam kian terpuruk, rusak, terdzalimi dan membawa penderitaan serta kemerosotan dalam berfikir.
Lihatlah akibat dari bangsa- bangsa yang tersekat-sekat oleh nasionalisme kini; Palestina, Rohingya, Afghanistan, India, Xinjiang, Suriah menjadi saksi sejarah kelam runtuhnya daulah khilafah yang terdzalimi sampai saat ini oleh para kafir penjajah.
Kegemilangan Daulah Khilafah Islamiyah sebelum diruntuhkan oleh Mustafa Kemal At Taturk
Sejarah telah menuliskan kegemilangan Daulah Khilafah Islamiyah yang pernah berjaya kurang lebih 13 abad lamanya dan pernah menguasai 2/3 dunia, menyatukan hampir 50 negara di bawah satu kepemimpinan yaitu seorang khalifah. Kejayaan Islam dalam naungan Khilafah begitu membawa kesejahteraan yang dirasakan oleh seluruh umat Islam maupun kaum kafir. Bagaimana tidak? Kebaikan dalam naungan Khilafah benar-benar dijaminkan di berbagai bidang bagi mereka yang ingin diatur oleh syariat Islam.
Will Durant, seorang pemikir barat dalam bukunya The Story Of Civilization, ia mengatakan “Di bawah pemerintahan Islam, Asia Barat mencapai tingkat kemakmuran industri dan perdagangan yang tak tertandingi oleh Eropa Barat sebelum abad ke enam belas”. Ia juga mengatakan, “Ini keuntungan secara ekonomi bagi Asia Barat bahwa kesatuan pemerintahan telah menyatukan wilayah yang sebelumnya terbagi menjadi empat negara; bea cukai dan hambatan perdagangan lainnya manjadi sirna.” (The Story Of Civilization, 4/207)
Berkenan dengan jaminan keamanan, lapangan kerja dan pendidikan ia juga mengatakan: “Para Khalifah telah berhasil memberikan perlindungan yang ideal terhadap kehidupan dan tenaga kerja; senantiasa membuka peluang bagi setiap bakat; menciptakan kemakmuran selama tiga sampai enam abad di wilayah yang dulunya tidak begitu makmur; mendorong dan mendukung perkembangan pendidikan, sastra, sains, filsafat dan seni hingga membuat Asia Barat selama lima abad menjadi wilayah paling beradab di dunia.” (The Story Of Civilization, 4/227)
Tentang toleransi dengan kaum kafir/non muslim, seorang sejarawan kristen, Thomas Walker Arnold menuliskan: “Perlakuan terhadap warga kristen oleh pemerintahan Khilafah Turki Utsmani selama kurang lebih dua abad setelah penaklukan Yunani telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal di daratan Eropa.” (The Preaching of Islam: A History of propagation Of The Muslim Faith,134)
Itulah bukti nyata kegemilangan Islam pada masanya tak hanya menghasilkan kemajuan sains, teknologi, pendidikan dan lain-lain. Bahkan melahirkan para intelektual muslim yang menghasilkan karya-karya yang menakjubkan hingga saat ini.
Namun pasca runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyah oleh Mustafa Kemal Attartuk Laknatullah keturunan yahudi yang notabenenya adalah agen Inggris melakukan konspirasi global dengan memasukan paham nasionalisme hingga menyekat-nyekat umat islam hingga terpecah belah bagaikan buih di lautan.
Kini umat Islam bagai anak ayam kehilangan induknya, umat islam jadi santapan orang orang kafir. Palestina menangis, Syam berduka, Uighur bersedih, Afghanistan, India, Rohingya, Irak, Afrika Tengah dan masih banyak lagi wilayah umat islam yang masih terjajah oleh orang orang kafir.
Perzinaan, pembunuhan, ekonomi menjerit, hukum yang tumpah tindih, pemerkosaan terjadi dimana-mana setiap menitnya, anak-anak kaum muslimin menjerit kelaparan, para pemuda pemudi meregang nyawa di sembelih dengan biadab, umat Islam sudah tidak punya lagi izzah yang dulu dibanggakan.
Wahai kaum muslimin…!!!Bangkitlah…!!!
Sisingkan lengan bajumu! Umat Islam memanggilmu yang saat ini tengah terjajah oleh kafir barat. Jangan menutup mata dan telingamu! Di pundak kitalah kemuliaan islam itu disandarkan. Di tangan tangan kitalah kemenangan Islam akan kita dapatkan.
Wahai kaum muslimin di seluruh negeri ini. Lantangkan suaramu. Kepalkan tanganmu…! Bersatulah menegakan kembali perisai umat yang terkoyak! Mari sambut kemenangan Islam. Mari bersama-sama menjemput bisyarah Nabi, yakni tegaknya kembali Khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

»ثُمّ سَتَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ«
“Kemudian akan datang kembali masa Khilafah yang mengikuti metode kenabian.” (HR Ahmad)
Jadilah kita penolong-penolong agama Allah dengan berjuang menegakkan Khilafah Islamiyah!
Allah subhanahu wata’ala berfirman:  “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (TQS. Muhammad : 7) Wallahu a’lam bi ash-showab
Penulis adalah: Korda Muslimah KARIM Kendari

Comment

Rekomendasi Berita