by

Hardjuno Wiwoho:Kejahatan Terhadap Novel Baswedan Bukan Tanpa Sebab

Arjuno Wiwoho.[Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Hardjuno Wiwoho, Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), mengatakan, kasus penyiraman air keras yang dilakukan dua oknum tak dikenal terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan takkan terjadi tanpa sebab. Pasalnya, posisi Novel Baswedan adalah salah satu penyidik KPK dan paling sering menjadi sasaran teror dan kriminalisasi.
“Seperti pada kasus Cicak vs Buaya, saat itu yang heboh adalah saudara Novel Baswedan. Pada saat itu dirinya mengalami tindakan kriminalisasi saat masih bertugas sebagai Perwira Polisi di Lampung dibuka kembali,” paparnya.
Bahkan, sambung Hardjuno, dirinya selain sebagai penyidik KPK yang istiqomah acap kali melakukan nahi munkar, dan Novel sudah dipastikan akan memiliki banyak musuh, dalam hal ini para koruptor.
“Masyarakat yang mengikuti perkembangan skandal korupsi berjamaah E KTP senilai  2,3 Trilyun dan diduga menyeret para elit politikus Senayan dan eksekutif di pemerintahan, maka peristiwa penyiraman air keras yang membuat saudara Novel Baswedan luka parah dan diterbangkan ke Singapura untuk pengobatan medis adalah suatu fakta bahwa para Big Fish mafia keuangan negara menunjukkan eksistensinya,”Ujarnya.
Hardjuno menambahkan,  diduga mereka pun tidak segan segan secara terbuka menebarkan ancaman kepada siapa saja yang berani membuka tabir komplotan penjahat kerah putih dengan menggunakan segala cara untuk menyampaikan pesan agar jangan menyentuh mereka.
“Mereka seolah hendak sampaikan ke pejuang antikorupsi supaya jangan coba coba berani melanjutkan usaha memberantas korupsi di negeri ini,” Papar Wiwoho.
Kejadian yang menimpa Novel Baswedan ini tambah Wiwoho adalah shock therapy bagi para aktivis anti korupsi untuk tidak mencari tahu atau membuka rahasia siapa sesungguhnya dalang dan aktor intelektual yang menjadi God Father korupsi keuangan negara trilyunan di negeri ini,” cetusnya mengingatkan.
Meski demikian Hardjuno percaya suatu saat actor intelektual di belakang semua kasus korupsi besar di negeri ini akan terungkap dan akan mendapatkan hukuman yang setimpal. “Percayalah saudara saudaraku seperjuangan, yang cinta NKRI, Alloh SWT Mahamengetahui dan Mahamengatur segala sesuatunya, drama kekejaman anak manusia sehebat apapun dia, mungkin melebihi Hitler atau Rahwana niscaya tetap akan dihentikan oleh Alloh SWT,” ungkapnya.
Pesan ini imbuhnya, diduga untuk mengancam siapapun yang akan menuntaskan Mega Skandal Century Gate yang Tiga Kali lebih besar daripada Mega Skandal E – KTP dan Mega Skandal Korupsi Suksidi Bunga Obligasi Rekap Ex BLBI yang nilainya ratusan kali lebih besar daripada skandal Korupsi E – KTP. [Nicholas]

.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 10 =

Rekomendasi Berita