by

Hearing Di DPRD Kotabaru Sempat Tegang

Suasana hearing DPRD Kotabaru yang hampir ricuh.[Ahy/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM,  
KOTABARU – Para mantan Pejabat struktural (Asisten Pemerintahan, Kadis,
Sekwan dan Kepala Badan) hari ini menyambangi Gedung DPRD Kab.
Kotabaru. Kedatangan 13 orang Pejabat Fungsional ini meminta hearing (
dengar pendapat) kepada para wakil rakyat perihal penonjoban mereka 
oleh Bupati Sayed Jafar baru ini.

Hearing yang dihadiri Ketua DPRD Kotabaru Hj. Alfisah beserta anggota
dan perwakilan Polres semula sempat diskors beberapa menit.


 ”Hearing ini kita skors dulu sekitar 20 menit menunggu perwakilan
pemerintah ” kata Ketua DPRD Hj. Alfisah membuka hearing, Kamis ( 12/1).

Sekira dua puluh menit menunggu perwakilan pemerintah, akhirnya rapat
dilanjutkan meski hanya diwakili Plt. Badan Kepegawai Daerah Zainal 
Arifin.

Mantan Kepala Dishubkominfo Sugiannor selaku Jubir  mengatakan akan
melawan, ia dan rekan rekan merasa dizolimi dan akan menyelesaikan
permasalahan tersebut melalui tiga cara yaitu aspek politis,
seperti yang mereka lakukan ini mengadukan ke Dewan, kedua secara
yuridis dengan gugatan hukum, ketiga secara psikoligis menyangkut hajat
hidup orang banyak. Mereka sepakat untuk melawan karena ini menyangkut
harga diri bukan hanya soal jabatan. terang sugian

”Kami menilai permasalahan yang  kami alami ini sebagai bentuk
pelecehan terhadap perundang undangan dan pelecehan terhadap harkat dan
martabat kami.” Ujar Sugian dengan nada tinggi di hadapan Anggota Dewan

Betapa tidak, proses ini diambil dengan cara cara yang kotor,melanggar hukum.
Disamping itu juga Sugian  mempertanyakan alasan mereka di nonjobkan,
padahal  justru banyak prestasi yang diraih para pejabat tersebut.

Ia meminta kepada Dewan agar permasalahan ini secepatnya diselesaikan
secara politis karena dikhawatirkan nantinya akan timbul gesekan gesekan
di masyarakat karena upaya ini mengganggu jalannya birokrasi di
Kotabaru.

”Kami juga mempertanyakan Bupati mengangkat beberapa Plt. yang jelas
jelas dalam PP. Permenpan di KUHAP harus dikukuhkan.” Tegas Sugian
kembali.

Hearing ini pun sempat alot dan menegangkan saat  Pelaksan Tugas
Badan Kepegawai Daerah (BKD) Kotabaru Zainal Arifin  membeberkan alasan
pe-nonjob-an mereka kepada Pimpinan DPRD bahwa pe-nonjob-an mereka sudah
sesuai prosedur.

Sugiannor merasa tidak terima dengan alasan yang diberikan Zainal Arifin, berkali kali Sugiannor terlihat emosi dan melontarkan kata kata pedas
ke Zainal

”Saya gak perlu jawaban dari saudara Zainal Arifin. Dia tidak ngerti
tentang ini karena bukan ahlinya.” Tegas Sugian dengan nada
tinggi.

Ia pun sempat beranjak dari tempat duduknya dan berniat mendekati Zainal Arifin karena kesal dengan jawaban yang berbeli belit. Untung saja segera
diatasi dan tidak terjadi pemukulan.

Ketua DPRD pun sempat memberi teguran kepada Sugian dan rekan untuk
tidak melontarkan kata kata tidak pantas dalam forum resmi ini.
Alfisah juga meminta kepada pihak Polres Kotabaru terutama Saber Pungli
untuk menjadi perhatian apabila ada temuan yang dinilai berbau pungli segera ditindaklanjuti.

Setelah panjang lebar mendengar keluhan dari terlapor dan penjelasan
pihak pemerintah, DPRD memtuskan untuk mengawal permasalahan ini dan
meminta berkonsultasi dengan KASN, BKN, dan Mendagri supaya segera ada
titik temu. ( arh)

Comment

Rekomendasi Berita