by

HWPL Makassar Selenggarakan Diskusi Penyebab Dan Solusi Kehidupan Dan Kematian

HWPL WARP Ofice Makassar saat gelar diskusi.[WAWP dokumen}
RADARINDONESIANEWS.COM, MAKASSAR – Heavenly, World Peace, Restorasi of Light (HWPL) WARP Office Makassar selenggarakan dilog antar umat beragama bersama
Islam, Budha, Katolik, Protestan, Konfusianisme, dan Hindu,
Sabtu (26/6).

Diskusi yang digelar WARP Makasar tersebut bertemakan “The Old Unsolved Questions of Human Life – Birth, Aging, Illness, and Death”.
Perwakilan dan pemimpin dari masing-masing agama berdiskusi dan
membandingkan penyebab dan solusi untuk Kelahiran, Penuaan, Penyakit, dan
Kematian
berdasarkan kitab suci masing-masing.


Melalui
topik ini, orang bisa menyadari jika agama adalah ajaran mulia yang menjelaskan penyebab dan solusi dari empat fase kehidupan (kelahiran,
penuaan, penyakit, kematian).
Mengenai penyebab dari empat fase, menurut Al-Quran, kitab suci Islam, semakin tua, sakit dan sekarat adalah keputusan Allah.  
Dalam kitab Buddha, proses penuaan, penyakit dan kematian timbul secara alami karena kita lahir ke dunia. Artinya, kelahiran adalah penyebab penuaan, penyakit dan kematian. Dan manusia hanya harus taat pada empat fase kehidupan karena itu tidak dapat dihindari.  
Berbeda dengan agama-agama lain, dalam Alkitab, kitab Kristen, kematian bukanlah hukum alam dan bukan kehendak Tuhan. Jadi, Alkitab sarankan solusi menyelesaikan empat fase yang terkait masalah dosa dan kembali bersama Allah. Dengan solusi ini, kita dapat mengembalikan bentuk asli kita, makhluk abadi, tanpa penyakit dan kematian sebagai kehendak Tuhan.
Yonggris
Lao (Anggota FKUB Sulawesi Selatan, Wakil Ketua Walubi Sulsel) yang
selalu mendukung WARP Office, mengatakan semua peserta memiliki kesamaan
adalah berurusan dengan kehidupan fisik dan spiritual dan kematian pada
setiap agama.
Dan juga saya bisa tahu bahwa Katolik tidak berurusan dengan kematian rohani dan bahwa orang hidup di surga selamanya.
[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =

Rekomendasi Berita