Iga Latif,S.Pd: Perempuan Pengukir Peradaban

Berita1656 Views
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tak banyak orang yang mengenal nama Rufaidah Al-Aslamia,Sutayta Al-Mahamali,Maryam Al-Asturlabi ataupun Aisyah Binti Abu Bakar. Tak banyak pula orang yang mengetahui betapa besar kontribusi mereka terhadap sejarah perkembangan Ilmu pengetahuan yang mendunia saat ini.
Seperti yang dilansir oleh geraihawa.com, kontribusi muslimah dalam peradaban dunia begitu luar biasa. Seperti Rufaidah Al Aslamia yang memiliki keahlian di bidang kesehatan. Ia tak pernah absen menjadi relawan bersama para perawat di setiap perang yang terjadi pada masa kepemimpinan rasulullah Muhammad SAW. 
Perempuan yang ahli diberbagai bidang seperti literatur arab,hadis, ilmu hukum,bahkan matematika adalah Sutayta Al-Mahamali. Ia adalah putri dari seorang hakim yang berasal dari baghdad. Sutayta terkenal sebagai seorang muslimah yang selalu haus akan ilmu. Kesungguhannya menuntut ilmu dari banyak ahli sungguh luar biasa. Bahkan Sutayta juga dikenal sebagai penemu pemecahan dari berbagai persoalan matematika yang kemudian hari digunakan oleh banyak ahli matematika.
Jika pada tahun 1600an ditemukan teori perbintangan oleh Galileo Galilei hingga ia dijuluki bapak astronomi dunia. Jauh sebelum itu tepatnya pada awal abad ke 10, Maryam Al-Asturlabi telah mengguncang dunia dengan teori astrolubenya. Penemuannya menjadi cikal bakal ilmu astronomi yang saat ini digunakan dalam ilmu astrologi dan juga horoskop.
Satu lagi wanita yang juga memberi kontribusi besar dalam kemajuan peradaban islam adalah Aisyah binti Abu Bakar. Keahliannya dalam Ilmu Fiqih,kedokteran,bahkan syair membuat namanya demikian termasyur dikalangan ulama. Dan masih banyak lagi tokoh muslimah yang memberi kontribusi nyata dalam sejarah perkembangan peradaban dunia,terutama islam.
Begitu besar peran perempuan dalam kemajuan peradaban. Perempuan-perempuan ini tak hanya cerdas namun juga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah begitu luar biasa. Hal ini semakin membuat cahaya kemuliaan islam terlihat begitu kentara. Islam memposisikan perempuan sebagai pusat peradaban. 
Suatu pemikiran yang kontras berbeda dengan pemikiran kaum feminis yang menjunjung tinggi kesetaraan namun menjerumuskan kaum perempuan dalam kubangan eksploitasi. Perempuanlah yang akan melahirkan generasi penerus,perempuan pula yang akan menjadi pendidik generasi. Menjamin keberlangsungan generasi yang berkualitas. Generasi yang akan mampu memperbaiki kondisi umat ditengah kerusakan yang melanda. Karena cita-cita besar itu harus dimiliki seorang muslimah.[]
Penulis adalag Pengajar Airlangga Education Centre Bojonegoro,Pemerhati remaja dan perempuan

Comment