by

Indah*: Membuktikan Kebenaran Al-Quran

Indah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Sebagai Muslim yang baik tentu kita memahami bahwa Al-Quran merupakan salah satu Rukun Iman, yang tidak ada keraguan didalamnya. Lantas bagaimana kita meyakini Kebenaran Al-Quran. Sebelum itu mari kita memahami terlebih dahulu kemungkinan asal usul Al-Quran
Kalau kita mempelajari Al-Quran, kita akan menemukan fakta dan informasi bahwa Al-Qur’an berbahasa Arab asli (fushah), diturunkan di Arab, dan dibawa (diucapkan) oleh Muhammad. Tentuya hal tersebut memanglah benar bahwa Al-Quran berbahasa arab, diturunkan di tanah arab, dan dibwa oleh Rosulullah S.A.W. Hal ini tidak dapat dipungkiri oleh Muslim itu sendiri. Tetap, itu bukan berarti Al-Quran hanya berlaku di tanah Arab dan hanya dapat dipelajari dan dipahami apalagi diterapkan oleh Bangsa Arab. 
Karena kita merupakan Ummat Rosulullah dari awalnya Al-Quran memang adalah panduan untuk menjalani kehidupan, dari bangun tidur hingga tidur lagi, dari dalam rumah hingga di luar rumah, dari skala yang kecil hingga skala yang besar yaitu Ekonomi Berbasis Islam dan Politik Yang Berbasis Islam yang tentunya semua itu dijelaskan di dalam Al-Quran dan As-sunnah yang seharusnya diterapkan di seluruh ummat manusia, tentunya yang beargam Islam.
“Kami tidak mengutus seorang utusan-pun, melainkan dengan bahasa kaumnya” (QS Ibrahim : 4)”
Memang bahasa kitab suci diturunkan dengan bahasa kaumnya, ketika Nabi Muhammad adalah bangsa Arab otomatis Bahasa yang digunakan juga merupakan bahasa Arab
Maka ada beberapa kemungkinan sumber atau asal-usul Al-Qur’an, kemungknan yang pertama adalah Karangan Bangsa Arab, ini merupakan hal yang tidak mungkin, karena Bangsa Arab sendiri pernah di tantang untuk membuat karangan semisal dengan Al-Quran namun hingga saat ini tidak ada satu pun Bangsa Arab yang mampu membuat semisalnya. 
Kemungkinan yang kedua Al-Quran merupakan karangan Nabi Muhammad, tentu hal ini pun mustahil karena kita tau bahwa Nabi Muhammad merupakan Bangsa Arab. Sedangkan Bangsa Arab sendiri tidak mampu membuat karangan semisal Al-Qur’an
Al-Quran menantang orang Arab untuk membuat 10 surat yang bisa menyamai Al-Quran:
أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا۟ بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهِۦ مُفْتَرَيَٰتٍ وَٱدْعُوا۟ مَنِ ٱسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ
Bahkan mereka mengatakan;Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu, Katakanlah:(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang bena; (QS. Hud [11] : 13)
Ketika bangsa Arab tidak ada satu pun yang sanggup memenuhi tantangan Al-Quran, 
tantangannya pun diturunkan:
وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِۦ 
وَٱدْعُوا۟ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.(QS. Al-Baqarah [2] : 23
Kemungkinan yang ketiga Al-Qur’an merupakan Firman Allah SWT. Ini tidak dapat dipungkiri, Kemungkinan yang ketiga ini merupakan kemungkinan yang paling benar, karena tidak ada yang bisa membuat karangan yang semisal Al-Quran, ini terbukti dari ayat – ayat diatas yang menjelaskan tentang penatangan terhadap Bangsa Arab yang membuat karangan semisal dengan Al-Quran namun tidak dapat membuat semisalya. Sehingga jelas Al-Quran adalah Wahyu/Firman Allah SWT.[]
*Mahasiswi jurusan teknik arsitek, Universitas Ukhair, Ternate

Comment

Rekomendasi Berita