by

Ini Alasan Buni Yani Unggah Video Pidato Ahok

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian menjelaskan alasan kliennya mengunggah video pidato gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Kokoh Ahok), yang berujung pelaporan sejumlah organisasi mahasiswa Islam ke Polda Metro Jaya dan berbagai kesatuan polisi di daerah.

Menurut Aldwin, Buni yang memiliki latar belakang sebagai wartawan sudah terbiasa mengunggah video serupa, hal itu dimaksudkan untuk mengajak netizen berdiskusi. “Tujuan mengunggah, karena beliau latar belakangnya dulu wartawan, beliau ingin mengajak diskusi netizen, dalam hal ini facebooker karena ada pernyataan yang dianggap sensitif, jadi Pak Buni menganggap dalam video ini ada yang sensitif,” kata Aldwin di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016).

Buni Yani tidak mau disebut sebagai kambing hitam dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Koh Ahok. “Tidak usah pancing-pancing (kambing hitam) ya. Sudahlah, saya juga dulu wartawan juga, saya tidak terpancing,” kata Buni Yani di Kantor Bareskrim Polri.

Dia juga enggan mengomentari tuduhan relawan Ahok-Djarot yang menyebut Buni Yani “cuci tangan” atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. “Dari dulu saya tenang. Saya enggak punya komentar (atas tuduhan cuci tangan oleh relawan Ahok Djarot),” katanya.

Sekadar diketahui, berawal dari video yang diunggah oleh Buni Yani itu, Koh Ahok dilaporkan ke Bareskrim karena diduga menistakan agama saat berpidato dengan menyebut Surah Al Maidah Ayat 51 di hadapan warga di Kepulauan Seribu akhir September 2016 Buni sendiri juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan memalsukan transkip dan memotong atau mengedit video pidato. (yud/TB)

Comment