by

Jelang HUT Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-54 Rutan Kelas IIB Garut Turut Andi

Sukarno Ali Karutan 
RADARINDONESIANEWS.COM, GARUT – Menginjak usia Direktorat jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan yang ke – 54 tahun, Rutan Garut menyambut baik dalam Hut hari jadinya Pemasyarakatan dengan berbagai rancangan event (acara). Hal itu dikatakan Kepala Rutan Garut, Sukarno Ali pada awak media diruang kerjanya, Rabu (11/4). “tepatnya 27 april ini hari jadi pemasyarakatan dirayakan, dan kami turut serta dalam Hut tersebut.” ucap Ali. 
Acara puncak yang nanti rencananya akan diselenggarakan di Lembaga pemasyarakatan Kab Garut pada tanggal 27 April 2018 ini, rutan kelas llB garut turut andil dengan akan mengirimkan beberapa peserta (kontingen) di ajang perlombaan yang diselenggarakan, diantaranya lomba futsal,tenis meja,dan volley. 
Ia juga menambahkan, meski dirinya baru menjabat enam (6) bulan sebagai Kepala Rutan Garut, namun banyak program – program yang secara insentif dan continue terus dilakukannya, itu terbukti secara signifikan telah berhasil memperkenalkan ke publik hasil – hasil karya warga binaannya, seperti kreatifitas koran bekas, boneka, dan ikat kepala wanita. “bahkan program berkala yang telah kami rancang membuat taman bacaan, program BPJS serta memperluas kreatifitas lainnya, semua itu tentunya dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik Bupati Garut, para pengusaha, stakeholder serta lapisan masyarakat. 
Menurut Sukarno Ali, perbaikan system dan penataan terpadu demi memanusiakan para warga binaan adalah tanggung jawab bersama. pemanfaatan ruang, waktu dan kemampuan managerial akan membentuk karakter kuat mengubah SDM yang tidak produktif menjadi produktif. “Kedepannya kita berharap ada perhatian khusus dari pemerintahan pusat terhadap rutan ini, bahwa kami merasakan seperti di anak tirikan.” Lanjut Ali, dengan minimnya bantuan ataupun suport dari berbagai elemen,meskipun terasa seperti itu, tapi kami tetap terus berupaya membangun SDM warga binaan rutan ini menjadi produktif dan mampu mengembangkan kemampuan kreatifitas positif setelah mereka bebas nanti. 
“Memanusiakan manusia adalah pahala, mengubah image rutan bukanlah tempat sampah masyarakat harus terus kita galakkan, bahwa rutan adalah tempat membangun kepribadian yang produktif,takkala mereka keluar dari rutan sudah mendapatkan bekal kemandirian,dengan kehidupan yang kembali fitrah(lembaran baru) sebagai manusia yang bermanfaat bagi masyarakat.” tutup Ali. [ Ana Jameela]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 8 =

Rekomendasi Berita