by

Kader AMAN Laporkan Kasus Lingkungan ke KPK Saat Workshop Korupsi Sumber Daya Alam

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Puluhan kader dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mengikuti Workshop bertema Korupsi Sumber Daya Alam di Tahun Politik, Rabu (30/5) sekira pukul 10.00 WIB, bertempat di Gedung Merah Putih Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Kuningan Jakarta Selatan. 
Salah seorang peserta Workshop Fendri dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Perwakilan dari Kalimantan Tengah menanyakan kepada Arif Narasumber dari KPK bahwa laporan dugaan korupsi pembangunan jalan di hutan adat yang kurang lebih sekitar tiga tahun. 

“Kita kesini membawa pesan dari sembilan tokoh adat disana. Padahal dulu KPK mengatakan bahwa bukti laporan itu sudah cukup. Rakyat kami disana sedang menunggu KPK karena sampai saat ini kasus itu belum selesai. Daerah kami ini berbatasan dengan Malaysia, hanya tinggal beberapa langkah saja, kalau seandainya Negara tidak hadir kami mau mengadukan kemana. Saya meminta KPK untuk segera memproses laporan yang telah diserahkan.”ujar Fendri.
Pada kesempatan yang sama, Heru Kurniawan dari Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) menanyakan terkait prosedur izin untuk pelaporan kepada KPK. Seperti contoh masalah dan prinsip kelola hutan industri. Dimana perizinan itu berada di kawasan hutan adat yang ada di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. 
“Sampai sekarang kasus ini masih berlanjut. Sehingga sangat merugikan Negara dimana pada proses itu masyarakat adat tanahnya diserobot,”tegas Heru. 

Sementara itu, Gunretno dari Jawa Tengah menyampaikan bahwa pihaknya tidak menginginkan berdirinya pembangunan pabrik semen. Ia menilai pembangunan pabrik tersebut hanya membuat warga Kendeng menderita. Dimana dampak dari berdirinya pabrik itu merugikan dulur-dulur Kendeng.

“Kami berpikir bersuara tentang izin lingkungan ini, sudah sampai ke Presiden. Saya berharap KPK bisa mendampingi kasus perizinan Perusahaan Semen di Kendeng,”tungkasnya.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × one =

Rekomendasi Berita