by

Kisah Ayah Penjual Pena, Hidupnya Berubah Setelah Fotonya Tersebar di Internet

Foto: copyright huffingtonpost.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Nasib seseorang siapa yang tahu. Orang yang tadinya hidup menderita
bisa memiliki hidup yang jauh lebih bahagia di masa yang akan datang.
Meski saat ini kita menghadapi kesulitan, selalu ada jalan untuk
mendapatkan kemudahan dan kebahagiaan yang kita impikan.
Abdul
Halim al-Attar, pengungsi asal Suriah ini sebelumnya sempat mencuri
perhatian publik setelah foto-fotonya menjual pena sambil menggendong
putrinya tersebar di dunia maya. Dilansir dari huffingtonpost.com,
dulu ia menjual pena di jalanan Beirut. Dan setelah kisahnya tersebar
di dunia maya, bantuan datang melalui penggalangan dana online (online crowdfunding campaign) dan donasi pun terkumpul sebesar 191 ribu dolar (sekitar 2,6 miliar rupiah).
Foto: copyright 9gag.comFoto: copyright 9gag.com
Kini,
pria yang juga seorang ayah ini sudah punya usaha sendiri. Dia
membangun usaha dua toko roti, satu kedai kebab, dan sebuah restoran
kecil. Ia pun mempekerjakan 16 pengungsi Suriah. Wah, jika dulu hidupnya
terlihat sengsara kini ia sudah bisa membangun lapangan kerja untuk
rekan-rekannya yang lain.
“Bukan hanya hidupku saja yang
berubah, tapi juga hidup anak-anak dan warga Suriah yang kutolong,” kata
Abdul yang memberikan donasi 25 ribu dolar untuk teman-teman dan
anggota keluarganya di Suriah.
Foto: copyright huffingtonpost.comFoto: copyright huffingtonpost.com

Dengan
donasi yang besar itu, Abdul bisa memberikan hidup yang lebih layak
untuk keluarganya di Beirut. Anak-anaknya kini bisa tinggal di apartemen
dengan dua kamar tidur. Meski lingkungan apartemennya berisik, tapi
putrinya Reem (4 tahun) terlihat bahagia memamerkan mainannya dan
putranya Abudellah (9 tahun) sudah bisa kembali sekolah setelah tiga
tahun berhenti sekolah.  Sementara istrinya saat ini kembali ke Suriah.
Foto: copyright huffingtonpost.comFoto: copyright huffingtonpost.com
Dari
donasi yang terkumpul, Abdul baru menerima sekitar 168 ribu dolar.
Meski belum tahu kapan ia bisa mendapat sisa uangnya, tapi ia sudah
sangat bersyukur. Ia juga berencana untuk menginvestasikan uang
tersebut.

 
“Ketika
Tuhan sudah mentakdirkanmu sesuatu, kamu pasti akan mendapatkannya,”
kata Abdul. Abdul dan 16 pegawainya terbilang beruntung bisa bekerja di
Beirut, Lebanon. Karena ada sekitar 12 juta pengungsi Suriah yang
tinggal di negara itu dan kesulitan dapat pekerjaan. 
 
Dengan
status dan kehidupan yang lebih baik, Abdul kini merasa sudah makin
diterima di lingkungan tempat tinggalnya. “Mereka makin ramah menyapaku
setiap kali melihatku. Mereka jadi lebih menghormatiku,” kata Abdul
dengan senyuman.[vem]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + seven =

Rekomendasi Berita