by

Koramil 0824/10 Mumbulsari Kawal 20 Ton Beras Yang Berhasil Diserap Bulog Jember

RADARINDONESIANEWS.COM, JEMBER – Optimalisasi serapan gabah maupun beras oleh Bulog masuk pada program ketahanan pangan dalam mewujudkan swa sembada pangan secara nasional cukup sukses dengan menggandeng TNI melalui Babinsa sebagai satuan tugas (Satgas) Serapan Gabah (Sergab).

Kabulog Divre Jember M Khozin sangat setuju sekali dengan pelibatan TNI melalui Babinsa sebagai salah satu ujung tombak satuan tugas penyerapan gabah maupun beras oleh Bulog.

Hal tersebut terbukti adanya perkembangan yang signifikan pada program penyerapan oleh Bulog yang semula per hari hanya sekitar 0,5 % dengan adanya pelibatan Babinsa bisa mencapai hingga 1,2 % perhari.

Seperti yang dilakukan oleh Satgas Sergab Koramil 0824/10 Mumbulsari khususnya Babinsa Karang Kedawung Kec Mumbulsari Sertu Bambang Sugito pada Kamis 05/05 yang berhasil menegosiasi beras milik pengusaha P Junaidi sebanyak 20 ton untuk dimasukkan Ke Bulog Divre Jember dengan harga Rp. 7.300/Kg.

Pada hari itu juga beras tersebut langsung diarahkan ke Gudang Bulog yang berada di Jl Brawijaya Jember dengan pengawalan Babinsa.

Danramil 0824/10 Mumbulsari Kapten Inf Didik Purwo Budianto menyampaikan bahwa sebagaian besar pengusaha dan kelompok tani di Mumbulsari sebelumnya sudah kami adakan pendekatan untuk bermitra dengan Bulog Divre Jember, sehingga kami tidak mengalami kesulitan dalam mengarahkan hasil panen baik berupa gabah maupun beras, hanya tinggal menegosiasikan harganya saja.

Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas, SIP saat kami konfirmasi membenarkan adanya hal tersebut, kita sudah berkomitmen dalam mendukung program ketahanan pangan secara struktural dari Panglima TNI hingga Babinsa termasuk pada program serapan gabah/beras oleh Bulog.

Sehingga sayapun sudah perintahkan kepada seluruh jajaran untuk mengajak Kelompok Tani dan Pengusaha/Pedagang gabah di seluruh wilayah Jajaran kodim 0824 Jember untuk menyalurkan gabah/berasnya kepada Bulog Divre Jember.

Dengan demikian maka tata kelola gabah/beras dapat kita pantau dengan baik termasuk angka produksi di Jember sendiri itu yang sebenarnya berapa nantinya dapat kita kalkulasi dengan tepat.

Karena selama ini sering terjadi hasil panen petani Jember dibeli oleh pedagang/tengkulak yang selanjutnya dipasarkan ke Kabupaten lain, permasalahan seperti inilah yang kita kurangi sehingga tata kelola menjadi jelas dan teratur. (sis24)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × three =

Rekomendasi Berita