LKPI: Jelang Pilkada 2018 Jatim, Belum Muncul Lima Besar Sosok Elektabilitas Di Atas 50%

Berita1144 Views
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Setahun jelang Pilkada Jawa Timur, Juni 2018 nanti, sejauh ini berdasarkan hasil riset survei metadata Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) telah limabelas tokoh berpotensi sebagai Gubenur Jawa Timur berdasarkan kategori Popularitas, Akseptabilitas dan Kapabilitas menggantikan Soekarwo.
 
Ke -15 nama hasil pra-survei metadata selama sebulan oleh LKPI itu merupakan tokoh yang acap kali diperbincangkan oleh Masyarakat Jawa Timur sebagai Calon Gubenur Jawa Timur.”Sebab, Pakde Karwo Gubenur saat ini telah menjabat dua kali periode. Hingga tidak dapat maju lagi sebagai Gubenur Jawa Timur,” tukas Arifin Nurcahyono, selaku Direktur Eksekutive LKPI, Minggu (16/7).

LKPI melakukan survei semenjak 29 Juni hingga 10 Juli 2017, melibatkan partisipasi 1285 masyarakat Jawa Timur selaku responden, mencakup 9 kota dan 29 kabupaten di Jawa Timur. Data diperoleh berdasarkan DPT pilpres 2014 Jawa Timur sebanyak 30.639.900 pemilih dengan metode survei stratified multistage random sampling, margin of error sebesar +/- 2.8%, tingkat kepercayaan 95%.

Berikut ini, nama nama figur dan tokoh yang berpotensi bisa menjadi Calon Gubenur Jawa Timur menurut masyarakat yang berdomisili di wilayah Jatim, berdasarkan hasil interview 1.285 responden LKPI memilih yakni Syaifullah Yusup (Wagub), Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Khofifah Indar Parawansa (Mensos), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Dr. H. Rendra Kresna, Mahfud MD (Mantan Ketua MK), H. MZA Djalal, M.Si (Mantan Bupati Jember), La Nyalla Matalitti (Tokoh Masyarakat Jawa Timur), Agus Harimurti Yudhoyono (Mantan Cagub DKI Jakarta), Soepriyatno (Ketua DPD Gerindra), Ketua Harian DPP Gerindra, Laksamana Madya TNI (Purn) Moekhlas Sidik, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, Bupati Ngawi Sulistyono Kusnadi yang sekarang menjadi Ketua DPD PDIP Jatim sekaligus Wakil Ketua DPRD Jatim, dan Musyaffa Noer ( Politisi PPP).

Berdasarkan tingkat popularitas kemunculan 15 tokoh yang di-ingatan masyarakat Jawa Timur, Syaifullah Yusup (Wagub Petahana ) dikenal sebanyak 89,3 persen, Tri Rismaharini (Walikota Surabaya ) dikenal sebanyak 93,1 persen, Khofifah Indar Parawansa (Mensos) dikenal sebanyak 91,6 persen, Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) dikenal sebanyak 67,3 persen, Dr. H. Rendra Kresna (Bupati Malang ) dikenal sebanyak 78,3 persen, Mahfud MD (Mantan Ketua MK) dikenal sebanyak 90,3 persen, H. MZA Djalal, M.Si (Mantan Bupati Jember ) dikenal sebanyak 70,3 persen, La Nyalla Matalitti (Tokoh Masyarakat Jawa Timur ) dikenal sebanyak 90,1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono(Mantan Cagub DKI Jakarta) dikenal sebanyak 67,3 persen, Soepriyatno ( Ketua DPD Gerindra) dikenal sebanyak 23,7 persen.


Ketua Harian DPP Gerindra, Laksamana Madya TNI (Purn) Moekhlas Sidik.dikenal sebanyak 66,7 persen, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf dikenal sebanyak 30,3 persen, Bupati Ngawi Sulistyono dikenal sebanyak 84,4 Persen, Kusnadi yang sekarang menjadi Ketua DPD PDIP Jatim sekaligus Wakil Ketua DPRD Jatim.dikenal sebanyak 38,2 persen, Musyaffa Noer dikenal sebanyak 29,2 persen

Sementara itu, berdasarkan kategori tingkat Akseptabilitas, menurut hasil riset survey LKPI menyebutkan Tri Rismaharini (Walikota Surabaya ) diterima mengantongi pilihan masyarakyat sebanyak 83,4%, disusul figur La Nyalla Matalitti (Tokoh Masyarakat Jawa Timur ) diterima sebanyak 81,1% lalu kemudian Syaifullah Yusup (Wagub Petahana), Khofifah Indar Parawansa (Mensos), Dr. H. Rendra Kresna (Bupati Malang), Mahfud MD (Mantan Ketua MK), H. MZA Djalal, M.Si (Mantan Bupati Jember), Ketua Harian DPP Gerindra, Laksamana Madya TNI (Purn) Moekhlas Sidik, serta Bupati Ngawi Sulistyono rata rata memperoleh tingkat Akseptabilitas masyarakatJawa Timur kisaran lebih kurang diatas 65%. Sedangkan sisanya, dalam kategori popularitas masih dibawah 50% suara, demikian uraian berdasarkan hasil pra riset metadata LKPI Juni hingga Juli 2017 lalu.

Selanjutnya, sambung Direktur Eksekutive LKPI, Arifin Nurcahyono mengemukakan dari tingkat Elektabilitas/ keterpilihan para tokoh oleh masyarakat Jawa Timur, saat Responden ditanyakan dari semua tokoh yang dikenal dan diterima serta persoalan Sosial Ekonomi yang dihadapi masyarakat Jawa Timur condong memilih Tri Rismaharini (Walikota Surabaya ) sebanyak 20,2%, argumentasi responden soalnya kinerjanya selama memimpin kota Surabaya berharap dapat ditularkan diseluruh Kabupaten dan Kota yang ada di JaTim, malah ada ditemukan jawaban dalam survei kalau Tri Rismaharini memiliki kinerja dan kemampuan yang jauh lebih unggul dari Joko Widodo ketika menjadi wakikota Solo ataupun gubenur DKI Jakarta.

Lalu sosok La Nyalla Matalitti, salah seorang tokoh masyarakat Jawa Timur yang berlatar belakang pengusaha dan aktif dibanyak organisasi kemasyarakatan memiliki tingkat keterpilihan sebanyak 13,1% apabila maju sebagai Calon Gubenur Jawa Timur, La Nyalla Mataliti dengan back ground pengusahanya diharapkan masyarakat JaTim mampu mengeluarkan persoalan ekonomi keluarga masyarakat JaTim umumnya, seperti ketersedian lapangan kerja, iklim usaha yang kondusif dan dukungan pemerintah provinsi Jawa Timur dalam sektor industri dan pertanian.

“Sedangkan, hanya 12,3% saja memilih Khofifah Indar Parawansa (Mensos) dalam pilgub Jawa Timur, argumentasi masyarakat Jawa Timur menilai Khofifah jauh lebih baik menjadi Menteri dikabinet Joko Widodo dibandingankan sebagai Kepala Daerah. Ditambah pula, selama Khofifah menjadi Mensos penanganan masalah sosial secara nasional cukup baik,” papar Direktur LKPI.

Kemudian, disusul oleh Syaifullah Yusup yang Wagub Petahana Jawa Timur hanya dipilih oleh 11,2 persen masyarakat Jawa Timur alasan Masyarakat Jawa Timur Syaifullah dianggap tidak akan mampu memperbaiki keadaan ekonomi dan sosial Masyarakata Jawa Timur.”Malahan justru, Ketua Harian DPP Gerindra, Laksamana Madya TNI (Purn) Moekhlas Sidik memiliki Tingkat Elektabilitas sebesar 7,3% dan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf memiliki tingkat Elektabilitas sebesar 2,5%. lalu, sosok Dr. H. Rendra Kresna (Bupati Malang ) memiliki tingkat elektabiitas atau akan dipilih oleh 2.3% Masyarakat Jawa Timur,” ungkapnya lagi.

“Sementara Mahfud MD (Mantan Ketua MK) memiliki tingkat keterpilihan sebagai Jawa Timur sebanyak 6,2% dengan alasan masayarakat Mahfud hanya tidak terlalu mampu untuk memimpin Jawa Timur dengan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini dan disarankan lebih baik menjadi tokoh nasional saja membantu pemerintah pusat apabila dibutuhkan,” lanjut Arifin mengulas.

“Masyarakat hanya memilih sosok Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) sebanyak 1,2 persen saja dengan alasan belum kelas untuk bisa memimpin Jawa Timur. H. MZA Djalal, M.Si (Mantan Bupati Jember ) yang telah dua periode memiliki tingkat keterpilihan sebagai gubenur Jawa Timur dimasyarakat sebanyak 3,2%, Agus Harimurti Yudhoyono hanya akan dipilih oleh 0,9% masyarakat Jawa Timur, dan Soepriyatno (Ketua DPD Gerindra) dipilih oleh 0,7% masyarakat Jawa Timur jika maju sebagai Gubenur JawaTimur,” ungkapnya kembali

“Bupati Ngawi Sulistyono memiliki tingkat elektabilitas sebesar 4,1 persen Kusnadi yang sekarang menjadi Ketua DPD PDIP Jatim sekaligus Wakil Ketua DPRD JATIM dengan tingkat Elektabilitas di masyarakat sebesar 0,8 persen Kemudian Musyaffa Noer memiliki tingkat Elektabilitas 0,4 persen. Dan sebanyak 13,6 persen responden yang tidak memilih, memberikan jawaban atau belum memiliki pilihan terhadap ke lima belas tokoh yang jadi objek penelitian,” jelasnya.

Kesimpulan singkatnya, kemuka Direktur LKPI sejauh ini bahwa belum ada tokoh yang masuk lima (5) besar dalam survei ini memiliki Tingkat elektabilI tas diatas 50%.”Ditambah lagi apabila melihat tingkat Elektabilitas Syaiffulah Yusup sebagai petahana yang dibawah 15%, maka menurutnya sangat berat bagi Syaiffulah bisa terpilih apabila maju sebagai Cagub,” pungkasnya.[Nicholas]

Comment