by

Lorraine Branson: Kepemimpinan Sekarang Tidak Tegas Dalam Banyak Isu

Lorraine Branson.[Dok/pribadi]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Lorraine Branson, seorang wanita asal Australia yang telah lama menetap di Indonesia memiliki perhatian yang tinggi terhadap perhelatan politik di Indonesia. Dalam wawancara khusus dengan radarindonesianews.com, Ahad (25/3/2018). wanita muslimah asal negeri kanguru itu memberikan pandangannya seputar kepemimpinan, ekonomi, pendidikan dan pembangunan di Indonesia.
Lorraine Branson mengatakan, presiden sekarang tidak tegas dalam banyak isu penting. Persoalan -persoalan yang memerlukan keputusan dan kebijakan presiden dialihkan ke senat atau DPR.
“Pemimpin sekarang tidak tegas dalam banyak issu penting. Seperti kasus-kasus yang perlu diberikan keputusan tetapi dialihkan kepada senat (DPR.red).” Ujar Lorraine.
Terkait pertumbuhan ekonomi, Lorraine melihat kemampuan komunikasi dengan bahasa dan dunia internasional menjadi faktor penting yang harus dimiliki oleh para pejabat dan pemimpin di negeri ini.
“Kalau Indonesia mau meningkat dalam bidang ekonomi dan bisnis; para pemimpin sebaiknya belajar berkomunikasi dengan bahasa International, walaupun ada banyak negara yang tidak mengunakannya, Indonesia akan maju dengan hal itu.” Tambah Lorraine Branson.
Lorraine yang sudah cukup lama tinggal di Indonesia ini juga menyororti persoalan korupsi yang terjadi. Menurutnya,  masih banyak korupsi dalam bidang politik dan bisnis. “Kasian rakyat ini.” Tegasnya.
Dalam bidang edukasi, Lorraine Branson yang juga seorang guru Bahasa Inggris ini berkomentar, jika anak-anak Indonesia diberikan peluang belajar dengan baik, Indonesia akan bangkit lebih cepat. Kehidupan masyarakat dengan ekonomi rendah bisa meningkat jika gaji dan upah pekerjaan ditata dengan baik Dengan begitu, te kanan dan kejahatan akan berkurang.
Lorraine juga tidak sependapat dengan pembangunan gedung-gedung dan apartemen yang tidak memihak kepada rakyat kecil yang bisa saja menjadi penyebab terpinggirkannya masyarakat kecil.
“Sekarang lihat saja, gedung-gedung dan apartemen baru yang di bangun, untuk siapa itu?” Ujarnya bertanya.
Lorraine mempertanyakan pembangunan gedung-gedung dan apartemen yang 70% kosong dan menurutnya  hanya untuk investor dan “Money Laundring”.
Selain tema-tema di atas, Lorraine juga mengomentari kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan. Lorraine berharap Gubernur pengganti Ahok itu dapat menepati janji dan memberikan penekanan pada kebijakan pendidikan. Soal penutupan Alexis dan DP Perumhan 0% yang digulirkan Anies-Sandi, Lorraine mengacungkan jempol.
“That was great” Ujarnya singkat.
Namun wanita muslimah asal Australia yang telah mengenakan hijab itu juga mengkritisi soal reklamasi. Menurutnya, Pulu G masih terus dibangun bahkan sudah menghijau. Dirinya bingung dengan kebijakan reklamasi yang mengenyampingkan ekologi laut.
“Kenapa dengan sebegitu banyak pulau-pulau yang ada  masih harus reklamasi? Dan untuk faedah siapa? Di mana uang itu bisa dipakai untuk infrastuktur lain yang bermanfaat. Jadi, kesimpulannya ialah, berdasarkan keadaan pulau sebesar planning mereka, tentu saja yang akan memanfaatkan ialah yang sudah kaya dan konglomerat. Di mana, pulau itu akan dibangunkan untuk mendukung bisnis-bisnis mereka dan yang menempati hanya orang-orang kaya-raya dan mungkin para investor Cina.” Imbuh Lorraine.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 4 =

Rekomendasi Berita